Ini 15 Petunjuk Mencari Istri yang Sholehah, Jangan Sampai Keliru Memilih!

Sahabat VOA-Islam yang Shalih… 

Kapan nikah? Mungkin itulah kalimat yang paling menyakitkan bagi para ikhwan yang masih membujang dan enjoy dengan jomblo ‘keimanannya’. Hanya saja, mencari seorang istri bukanlah seperti membeli kucing dalam karung.

Dalam syariat Islam, kita diberi kebebasan memilih dan menyeleksi siapa saja yang akan kita pilih sebagai calon istri kita. Perlu dipahami saja, kalau kita salah memilih istri, sama saja kita salah mencarikan guru buat anak-anak kita.

Maka dari itu, kali ini Bimbingan Keluarha Sakinah (BKS) memberikan tips dalam meimilih istri sesuai petunjuk Al-Quran dan Sunnah. Apa aja itu? baca aja sampai habis tiap kalimatnya. 

Wahai para Bujanghidin! Tahu nggak? Bahwa sesungguhnya jodoh itu dekat dengan dirimu, dan jodohmu persis mirip dengan akhlakmu. Maka kalau kamu mau cari istri yang ideal dan perfect, maka kamu ndak boleh lengah, bahwa kamu harus menuntut dirimu juga untuk meningkatkan kualitas keimanan dirimu. Oke?

Allah telah menggariskan bahwa laki-laki tertarik kepada perempuan serta sebaliknya. Ini namanya fitrah manusia, dan normal banget. Nah kalau sampai ada cowok suka sama cowok atau cewek suka sama cewek, aduh brow ngeri lagi…! Itu mah kaum Nabi Luth yang berakhir dengan adzab. Naudzubillah.

Nah, kali ini simak dan perhatikan 15 Petunjuk mencari istri sholehah yang kami ringkaskan dari tulisan Ustadz Drs. Muhamad Thalib. Pakar konsultan keluarga sakinah.

 

1. Carilah Akhwat yang Taat Beragama

Dari Abu Hurairah – rhadiyallahu anhu – dari Nabi Muhammad SAW, beliau berkata: “Seorang perempuan dinikahi karena empat perkarakarena hartanya, karena kedudukannya, karena kecantikannya, (atau) karena agamanyaPilihlah yang beragama, maka kau akan beruntung, (jika tidak, semoga kau) menjadi miskin” (HR Bukhari-Muslim).

Hadist di atas memberikan gambaran bahwa kriteria tersempurna apabila seorang wanita adalah cermin yang taat pada agamanya. Semua itu terangkum dalam satu kalimat “Sholehah” maka bila hendak memilih seorang istri, utamakanlah yang paham akan dienul Islam, beramal di dalamnya dan cinta Islam di atas fikroh yang benar.

 

2. Carilah Akhwat dari Lingkungan yang Baik

Disebutkan dalam sebuah Hadist Rasululoh SAW bersabda: “Jauhilah olehmu Khadraaadin! Maka para sahabat bertanya. “Wahai Rosululloh apa itu khadraadin?” sabda beliau, “yaitu wanita cantik di lingkungan yang buruk” (HR Daraqutni, hadist lemah).

Para ulama memang memberikan catatan tentang periwayatan ini, karena disinyalir ada perawi yang dhoif dalam hafalan. Hanya saja sebagian ulama lain memandang matan/isi kalimat hadist di atas sangat bagus untuk nasihat.

Karena bila seorang laki-laki menikahi wanita cantik yang berasal dari lingkungan yang buruk, sungguh fitnah akan banyak menghampirinya. Minimal itu mengambarkan bahwa wanita tersebut jauh dari nilai agama.

Maka sebaiknya para ikhwan bulatkan tekad mencari akhwat yang berada di lingkungan yang baik. Maka carilah istrimu di tempat kajian atau di rumah orang-orang sholeh, jangan di mall atau di jalan raya atau di rumah para penjahat.

 

3. Utamakanlah Seorang Gadis, karena ia akan Menyenangkan Dirimu

Disebutkan dalam sebuah Hadist, dari Rasululloh SAW. Rasululoh bertanya pada Jabir ketika beliau kembali dari perang Dzatur Riqo: “Apakah kamu baru saja menikah Wahai Jabir?”. Saya menjawab; ‘Ya.’ Beliau bertanya: ‘Gadis atau janda.’ Saya menjawab; ‘Janda.’ Beliau bertanya: ‘Kenapa kamu tak menikahi gadis saja. Kamu bisa bermain-main dengannya dia bisa bercanda denganmu.’

Saya menjawab; ‘Wahai Rasulullah, Abdullah telah meninggal meninggalkan tujuh anak perempuan atau sembilan. Saya datang (menikahi istrinya) agar bisa mengurus mereka’. (Jabir bin Abdullah) berkata; Kemudian beliau mendoakanku. (Abu Isa At Tirmidzi) berkata; Hadits semakna diriwayatkan dari Ubay bin Ka’ab, Ka’ab bin Ujrah. Abu Isa berkata; Hadits Jabir bin Abdullah merupakan hadits hasan sahih. [HR. Tirmidzi No.1019].

“Hendaklah kalian memilih yang masih perawan. Sungguh, mulut mereka lebih segar, rahimnya lebih luas (banyak anak), lebih menerima dengan (nafkah) yg sedikit.” [HR. Ibnu Majah No.1851].

Mengapa engkau tak menikah dengn seorang gadis, sehingga engkau dapat bercanda dengannya dia bercanda denganmu? [HR. Abu Daud No.1752].

Hadist di atas menunjukan kepada kita semua, bahwa menikahi gadis perawan adalah keutamaan, maka pilihlah gadis di anatara mereka karena itu akan membuat kalian lebih bisa bersenang-senang. Meskipun juga boleh memilih seorang janda.

 

4. Pilihlah Akhwat yang Penyabar dalam Bertindak

Seorang istri yang baik adalah mereka yang bersabar, terlebih menjadi suami seorang Ustadz atau Aktivis Islam. Kalau mereka tidak mempunyai sifat sabar sungguh kegelisahan hati akan merundung dirinya. Maka lihatlah dan ceritakanlah kepada para calon isitrimu tentang sifat istri Firaun, yang sabar dalam menghadapi suaminya yang thogut. Sehinga Allah mengabadikan sifat beliau dalam QS At Tahrim ayat 11. Sifat sabar lebih menentramkan hati, membut fikir lebih jernih dan tidak mudah emosi.

 

5. Jika Dirinya Memikat Hatimu, maka Pilihlah dia Jadi Istrimu

Allah berfirman dalam Al Quran  Surat An Nisa ayat 3; “JIka kamu takut tidak akan berlaku adil terhadap hak-hak perempuan yang yatim, bilamana kamu mengwininya, kawinilah wanita wanita lain yang kamu senangi”.

Dalam ayat tersebut Allah memakai kata “thaaba” artinya baik atau kamu senangi. Maka pilihlah di antara gadis yang ada, yang kamu cocok dan tertarik di dalamnya, karena ketertarikanmu dengannya membuat engkau lebih mudah bertanggung jawab atasnya.

 

6.Seorang Istri Wajib Amanah, bila kau Temukan maka Nikahi Dia

Allah Berfirman dalam QS An Nisa Ayat 34; “Oleh sebab itu wanita yang shalih ialah yang taat kepada Allah lagi memelihara dirinya dan harta suaminya ketika suaminya tidak ada, karena Allah telah menyuruhnya memelihara”.

Dalam sebuah hadist Rasululoh SAW juga bersabda:

“Sebaik baik istri yaitu yang menyenangkan hatimu ketika kamu lihat, taat ketika kamu suruh, menjaga dirinya dan hartamu ketika kamu pergi” (HR Thabrani).

Seorang istri harus memiliki sisat amanah karena ia di beri kepercayaan oleh suaminya mengenai banyak urusan keluarga terlebih anak-anaknya kelak. Bila seorang istri jauh dari sifat amanah sungguh berbahaya. Uang belanja boros, perselingkuhan banyak terjadi karena dia kurang amanah menjaga harga dirinya. Maka carilah istri yang mempunyai sifat amanah yang kuat.

 

7.Tidak Berhias dan Bercolek di Luar Rumah

Disebutkan dalam sebuah riwayat; “Wanita-wanita yang gemar minta cerai dan wanita pesolek di luar rumah adalah wanita-wanita munafik (HR Abu Nuaim).

Berhias dan ingin terlihat cantik itu adalah fitrah wanita, hanya saja di dalam Islam, dalam pembahasan bersolek, semua telah diatur dengan jelas. Bagaimana setiap wanita haram untuk memakai wangi-wangian yang diperuntukkan orang di luar rumah apalagi bukan muhrim. Maka carilah wanita yang tidak senang pamer perhiasan di luar rumah. Carilah wanita yang menutup aurotnya dengan benar sesuai ajaran Islam, serta tinggalkan wanita yang memamerkan perhiasan dan aurotnya, karena itu tak baik untuk kau jadikan istrimu

 

8. Carilah yang Sepadan (sekufu) Terlebih dalam Agama

Pengertian dari kafa’ah atau sering juga diucapkan sekufu/kufu, menurut bahasa adalah sama, sederajat, setaraf, sepadan, sebanding atau setara dan seimbang. Sedangkan menurut syari’at, kafa’ah adalah suatu perkara yang ketiadaannya akan menimbulkan celaan. Sedangkan menurut kebiasaan, kafa’ah diartikan sebagai kesetaraan antara seorang calon suami dengan istrinya dalam kesempurnaan dan kerendahannya selain dalam hal terbebasnya seseorang dari aib-aib nikah. 

Beberapa ulama’ berpendapat bahwa kafa’ah tidak harus dipertimbangkan dalam pernikahan. Sementara ulama yang lain mengatakan bahwa kafa’ah harus dipertimbangkan, tetapi hanya dalam hal keistiqamahan tadayyun dan akhlaq. Jadi bukanlah kafa’ah itu dalam hal nasab, kekayaan, dan sebagainya. Sehingga boleh-boleh saja seorang laki-laki shalih yang nasabnya tidak terpandang menikahi wanita yang nasabnya terpandang, atau seorang laki-laki miskin tetapi shalih dan bertaqwa menikahi seorang wanita yang kaya.

Dalam hal ini, sang wali tidak boleh menolak pernikahan tersebut kalau memang si wanita sudah rela dengan pernikahan tersebut. Adapun seorang laki-laki yang tidak istiqamah dalam beragama, maka dia tidaklah sekufu dengan seorang wanita yang shalihah. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Sesungguhnya keluarga Bani Fulan bukanlah para waliku. Sesungguhnya para waliku ialah orang-orang yang bertaqwa, siapapun mereka dan dimanapun mereka berada.” (H.R. Bukhari).

9. Tidak Materialistis dan Boros dalam Harta

Dari ibnu ‘Abbas ra., ia berkata: “Rasulullah saw. bersabda : “Ada empat perkara, siapa yang mendapatkannya berarti mendapatkan kebaikan dunia dan akhirat, yaitu hati yang selalu bersyukur, lisan yang selalu berdzikir, jiwa yang sabar ketika tertimpa musibah, dan perempuan yang mau dinikahi bukan bermaksud menjerumuskan suaminya ke dalam perbuatan maksiat dan bukan menginginkan hartanya” (H.R. Thabarani,Hadits hasan)

Rasulullah saw. bersabda: “Sesungguhnya termasuk ciri wanita yang membawa berkah yaitu mudah dilamar, murah mas kawinnya, dan subur peranakannya (H.R. Ahmad no.23338 CD, dari ‘Aisyah).

Banyak tipe wanita, ada yang mereka gemar menabung ada juga yang sangat boros dalam membelanjakan uang. Tiap wanita memang beda-beda. Hanya saja, seorang suami harus bisa faham, seorang istri ini pintar membawa uang atau boros. Dari situlah para suami menentukan. Maka carilah wanita wanita yang tak boros. Caranya bagimana? Tanyakan dengan orang orang terdekat mereka!

 

10. Senang Menyambung Ikatan Kekeluargaan dan Akrab dengan Semua Keluarga

Dari Maimunnah ra. sesungguhnya ia telah memerdekakan salah seorang budak perempuannya tanpa lebih dahulu minta izin kepada Nabi saw. Ketika tiba saat Nabi bergilir kepadanya, ia berkata:

“Wahai Rasulullah, apakah tuan tahu bahwa saya telah memerdekankan budak perempuanku?” Beliau bersabda: “Apakah engkau telah melakukannya?” Ia menjawab : “Ya.” Beliau bersabda: “Alangkah baiknya kalau budak perempuan itu engkau hadiahkan kepada paman-paman dari pihak ibumu, karena pahalanya akan lebih besar bagi dirimu.” (H.R. Bukhari no 2403 CD).

 

11. Pandai Menyimpan Rahasia Keluarga

“Sesungguhnya wanita yang terbaik di antara wanita kamu ialah yang subur, besar cintanya, dan teguh memegang rahasia….” (H.R. Thusy).

Jangan salah pilih, bila seorang wanita yang dia suka obral cerita ke semua orang dan semua rahasia keluarga tentu akan menjadi mala petaka, maka carilah wanita wanita yang mereka pintar menyimpan rahasia. Jangan sampai aib keluarga terbongkar kemana-mana. Karena sifat istri yang kurang baik.

 

12. Subur

“Kawinlah dengan perempuan pencinta lagi bisa punya anak banyak (subur) agar aku dapat membanggakan jumlahmu yang banyak dihadapan para Nabi pada hari kiamat nanti” (H.R. Abu Dawud, Nasa’i dan Ahmad).

Dari Ma’qil bin Yasar ra., ia berkata: “Seorang laki-laki datang kepada Rasulullah saw., lalu berkata: ‘Wahai Rasulullah saya telah mendapatkan seorang perempuan dari keturunan terhormat, kedudukan sosialnya tinggi dan berharta, namun mandul. Bolehkah saya mengawininya?’ Beliau melarangnya. Orang itu datang lagi kedua kalinya dan berkata kepada beliau seperti semula. Ia datang untuk ketiga kalianya, kemudian beliau bersabda kepadanya: “Kawinilah oleh kalian wanita yang rasa cintanya besar dan subur, karena kelak aku akan membanggakan kalian di hadapan umat-umat lain’ “ (H.R. Abu Dawud, Nasa’i dan Hakim).

 

13. Tabah

“Sungguh wanita yang terbaik di antara wanita kamu ialah yang subur, besar cintanya, teguh memegang rahasia, tabah menderita dalam mengurus keluarganya…” (H.R. Thusy).

 

14. Bukan Pencemburu Buta

Dari Abu Hurairah, telah sampai kepdanya bahwa Nabi saw. bersabda: “Seorang wanita tidak boleh meminta suaminya menceraikan istrinya (yang lain) supaya berkecukupan tempat makannya (nafkahnya).” (H.R. Tirmidzi).

 

15. Perangai dan kata-katanya menyenangkan

“Tiga hal keberuntungan yaitu: istri yang shalih, yang kalau engkau lihat, menyenangkanmu; kalau engkau pergi, engkau merasa percaya bahwa ia dapat menjaga dirinya dan hartamu; kuda yang penurut lagi cepat larinya, yang dapat membawamu menyusul teman-temanmu; dan rumah besar yang banyak didatangi tamu.

Tiga hal kesialan yaitu: istri yang kalau engkau lihat, menjengkelkanmu, ucapannya menyakiti kamu, dan kalau engkau pergi, engkau merasa tidak percaya bahwa ia dapat menjaga dirinya dan hartamu; kuda yang lemah; jika engkau pukul, bahkan menyusahkanmu dan kalau engkau biarkan, malah tidak dapat membawamu menyusul teman-temanmu; serta rumah yang sempit lagi jarang didatangi tamu” (H.R.Ahmad, Hadits yang semakna dengan ini diriwayatkan oleh Thabarani, Bazzar, dan Hakim).

Semoga 15 tips dan petunjuk mencari istri sholehah ini bermanfaat untuk para ikhwan yang sudah berniat dan akan segera menikah. [syahid/protonema/voa-islam.com]

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!




Print Friendly and PDF

Muslimah lainnya:

Article source: http://www.voa-islam.com/read/muslimah/2015/03/27/36105/ini-15-petunjuk-mencari-istri-yang-sholehah-jangan-sampai-keliru-memilih/

Cintai Allah dengan Ilmu

Ketika berniat untuk menulis dan mencari ide, saya membuka buku sekadar untuk pancingan. Betapa banyak hal dalam kehidupan kita, menyediakan jawaban bagi kegelisahan jiwa. Begitu juga dengan buku ini. Ia memang bukan Al Quran tetap isinya memuat banyak ayat-ayat Allah. Lapis-lapis Keberkahan karya Salim A. Fillah terbuka tepat di halaman 63. Padahal saya sudah di bagian akhir membaca buku ini. Rencana Allah saja yang menjadikan buku ini terbuka di halaman yang memang saya butuhkan.

“Sesungguhnya Allah tidak ridha,” demikian Syaikh Mutawalli Asy-Sya’rawi menulis, “jika diibadahi dengan kebodohan. Maka Dia mewajibkan ilmu atas kita; dalam mengenal-Nya, menyembah-Nya, mentaati-Nya, dan melaksanakan aturan-aturan-Nya di segenap kehidupan kita.”

Itulah paragraf yang sengaja saya stabilo hijau sebagai pengingat. Pengingat diri sendiri bukan orang lain. Betapa diri ini ternyata sangat jahil dalam ilmu-ilmu Islam. Boleh jadi gelar kita berjejer untuk ilmu duniawi tapi sejauh mana ilmu Islam telah kita kuasai? Atau mungkin, ilmu Islam telah kita kuasai tapi sejauh mana ia menjadi bagian dalam diri? Menjadi panduan tingkah laku kita, menjadikan kita hamba yang rendah hati, dan ilmu itu bermanfaat bagi diri dan sesama?

Bila sudah begini, rasanya jauh sekali amal di saat ajal setapak demi setapak mengintai. Sudah cukupkah bekal ini dengan amal yang dilandasi oleh ilmu? Bukan sekadar katanya si anu atau memakai ilmu ‘pokok-e’. Dengan ilmu, sudah kenalkah kita dengan Allah, nama yang kita akui sebagai tujuan, cinta dan cita-cita tertinggi kita? Jangan-jangan ternyata apa yang sering kita katakan itu hanya di permukaan semata. Tak ada imbasnya pengakuan cinta pada sikap dan perbuatan karena ia tak cukup merembes ke hati. Naudzubillah.

Mencintai Allah ternyata tak cukup dengan kata, rasa atau pengakuan. Mencintai Allah haruslah dengan ilmu. Tanpa ilmu kita tak tahu mana yang harus didahulukan ketika ada kepentingan yang berbenturan. Ketika orang tua ingin anaknya pacaran agar tak dibilang kuno, kita menurut saja. Karena jahilnya diri menganggap bahwa patuh pada orang tua itu surga tempatnya. Atau mungkin ketika ada suami melarang istrinya berhijab, si istri pun patuh. Dia berdalih bahwa surga perempuan ada di tangan suami.

Kejahilan jenis ini banyak sekali terjadi di sekitar. Atas nama patuh pada pimpinan, suap pun dilakoni. Mark up atau manipulasi, sejenis korupsi level awal ringan saja ditempuh. Padahal sungguh, tak ada ketaatan pada makhluk ketika itu melanggar perintah Allah. Dimana Allah kita letakkan bila ternyata ada ketakutan-ketakutan pada makhluk apalagi untuk perkara haram?

Tak heran bila Islam menempatkan ilmu pada kedudukan istimewa. Bahkan Rasul mulia Muhammad SAW pun menguatkan, “Jika Allah menghendaki kebaikan bagi seorang hamba, maka Dia pahamkan yang bersangkutan dalam agama.” (HR. Bukhari Muslim).

Tulisan ini bukan hendak menggurui tapi pengingat bagi diri. Ah…jangan-jangan cinta yang saya genggam selama ini palsu? Karena nyatanya mengingat namanya yang 99 itu belum mampu. Bukan belum mampu tapi belum mau. Duh…malu rasanya mengaku mencintai tapi nama yang dicinta sendiri pun tak hapal. Belum lagi memahami makna atas nama-nama yang dimilikiNya itu. Lalu cinta model apa selama ini yang sering kita aku-aku itu?

Ternyata mencintai Allah tak cukup dengan semangat saja. Semangat memang perlu karena itu memacu kita untuk mau terus menuntut ilmu. Ilmu bukan untuk gagah-gagahan atau sok-sokan saja tapi ilmu yang menjadikan diri semakin tawadhu di hadapan-Nya. Ilmu untuk semakin mencintai-Nya dengan lebih baik yaitu menjalankan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya. Insya Allah. (riafariana/voa-islam.com)

Ilustrasi: almanar

 

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!




Print Friendly and PDF

Muslimah lainnya:

Article source: http://www.voa-islam.com/read/muslimah/2015/03/25/36085/cintai-allah-dengan-ilmu/

VOA-Islamic Parenting (39): Ini Dua Kesalahan Fatal Orang Tua Terhadap Anak

Sanaa dan Aden Jatuh ke Tangan Syi’ah Houthi, Makkah dan Madinah Terancam

Lagi Siksaan Kepada Rakyat Jelata Dari Jokowi Dengan Menaikkan BBM

Mengapa Syiah Jauh Lebih Berbahaya bagi NKRI Dibandingkan ISIS? Ini Jawaban Ustadz Abu Rusydan

Hinanya Bangsa Ini Diihadapan Ahok, Seperti Sampah Tak Berharga?

Ini Analisa Direktur CIIA atas Penangkapan 5 Orang yang Diduga Terkait ISIS

Ust. Iim Ba’asyir Pimpin Delegasi DSKS Tagih Janji Walikota untuk Solo Bebas Miras

Ternyata Ada 2200 Perbedaan Antara Laki-laki dan Perempuan yang Tak Boleh Diabaikan

VOA-Islamic Parenting (39): Ini Dua Kesalahan Fatal Orang Tua Terhadap Anak

Mantan Ketua BPK: Di Pemerintah Jokowi Tidak Ada Ahli yang Paham Ekonomi dan Keuangan Global

Mahasiswi Hukum di London Dipenjara Gara-gara Simpan Salinan Majalah Al-Qaidah ‘Inspire”

Utusan PBB: Konflik Politik Membawa Yaman ke Tepi Perang Saudara

Di Negara Bagian Oklahoma Amerika Serikat Warga Ateis Dilarang Menikah

Kepala CIA John Brennan : Milisi Syi’ah Ancaman Masa Depan Timur Tengah

Para Pejuang Suriah Membuat Pabrik Senjata di Gua

Mujahidin AQIM Penggal Warga Mali yang Jadi Mata-mata Pasukan Prancis

Ketakutan, Awak Helikopter Rezim Assad Menangis Meraung-Raung Saat Ditangkap Mujahidin

Helikopter Rezim Bashar al-Assad Jatuh, Empat Pilot Ditahan oleh Al-Nusrah

Black Swan: Karena Bedamu adalah Cantik

Tragis Sekali! Mensos Khofifah Indar Parawansa Bagikan Rokok Gratis ke Orang Rimba

Pangdam Jaya Beri Kuliah Perang Boneka, Mahasiswa Bawa Boneka Pocong Jokowi

Article source: http://www.voa-islam.com/read/muslimah/2015/03/23/36041/voaislamic-parenting-39-ini-dua-kesalahan-fatal-orang-tua-terhadap-anak/

Wahai Muslimah! Suamimu Surgamu atau Nerakamu?

Sahabat Muslimah VOA-Islam yang Shalihah…

Alloh SWT menciptakan manusia tidak lain supaya beribadah kepada-Nya serta tidak menyekutukan-Nya dengan sesuatu. Maka sudah menjadi keadilan Alloh telah menciptakan surga dan neraka sebagai imbalan bagi manusia sebagai imbalan atas amal perbuatannya saat di dunia.

Tentunya sahabat Muslimah semuanya mendambakan surga sebagai tempat kembali. Namun untuk menuju surga kita mesti pandai menitinya dengan penuh kesabaran dan keikhlasan.

Disisi lain, kita tentunya juga berpikir dari sisi manakah kita akan mendapatkan surga tersebut. Dibalik kekhawatiran atas kemampuan mendapatkan surga di akhirat, sebagai muslimah kita tentunya harus selalu berikhtiyar dan berpikir. Sehingga kita bermuhasabah dan senantiasa meningkatkan kebaikan menjadi sifat dan karakter muslimah. Yakinlah… sesungguhnya selalu berusaha dan terus berdo’a semoga kita mampu menggapainya.

Salah satu sisi yang tidak bisa kita hindarkan adalah kedudukan kita sebagai istri. Dari kedudukan sebagai istri ini kita menyadari diri bahwa memiliki pemimpin yang bernama suami. Lewat pintu RIDHO suamilah salah satu jalan pintu surganya seorang istri.  Rasululloh SAW bersabda:

Artinya: “Dari Hushain bin Mihshan ia berkata: Bibiku bercerita kepadaku, ‘Aku pernah datang kepada Rasululloh untuk suatu keperluan, maka beliau bersabda:’ Wahai fulanah sudah bersuamikah kamu?’ Sudah jawabku. Beliau bersabda lagi “Bagaimana kewajibanmu terhadap suamimu?” Aku menjawab: “Aku melayaninya dengan sungguh-sungguh kecuali dalam hal yang aku tidak mampu” Beliau bersabda lagi:”Bagaimana kedudukanmu darinya? Sesungguhnya suamimu adalah surga dan nerakamu” ( H.R Hakim).

Sahabat Muslimah….

Dari hadits di atas maka dapat kita ambil kesimpulan bahwa seorang wanita yang telah menikah sesungguhnya wajib baginya melayani suami sesuai dengan kemampuan. Karena sesungguhnya surga atau neraka seorang istri melekat padanya. Makna melekat disini maksudnya bahwa surga atau nerakanya seorang istri sangatlah tergantung pada akhlaq dan pelayanan kepada suami.

Maka haruslah difahami sahabat muslimah. Dikala seorang muslimah belum menikah, ketaatannya jatuh pada Ibu dan Bapaknya dan bila sudah menikah maka ketaatannya jatuh kepada suami. Maka bila sahabat muslimah telah menikah haruslah berusaha mencari ridho suaminya dalam melaksanakan segala yang diinginkannya selama tidak bertentangan dengan syari’at. Semakin banyak amalan yang dikerjakan seorang istri dalam rangka menjalankan ketaatan kepada suaminya maka semakin banyak pula pahala yang akan dia dapatkan, apabila ia menjalankannya dengan penuh keikhlasan sebagai seorang istri.

Ketaatan dalam menjalankan segala perintah suami ini meliputi pada dhohir jasad maupun hati. Dalam artian ketaatan seorang istri berhubungan dengan wujud dhohir dalam bentuk pakaian, perilaku, bahkan cara berdandandan yang terpenting adalah gaya bicara. Ketaatan ini juga menjangkau sampai pada urusan hati yang berhubungan dengan kesukaan. Umpama warna favorit, tingkat kepedasan makanan dan yang lain sebagainya. Sadarilah bahwa suami adalah pemimpin kita.

Ada kisah seorang isteri dizaman Rosulullah SAW yang diwasiyati oleh suaminya agar tidak meninggalkan rumah selama suaminya melakukan safar/perjalanan keluar. Walau apapun yang terjadi. Kemudian datang kabar pada isteri tersebut bahwa ibunya sakit parah. Hingga datang kabar yang ketiga kalinya dengan memberi kabar bahwa ibunya telah wafat. Ia teringat dengan pesan suami, karena ketaatannya wanita tersebut pun hanya mengucapkan “Innalillahi wa Inna ilaihi roojiuun”.

Sahabat Muslimah….

Mari kita tengok sekilas potret seorang shohabiyah juga putri Rasululloh yaitu Fathimah Az Zahra. Perkataan ini berasal dari suaminya Fathimah yaitu Ali Radhiallohu ‘anhu:

“Fathimah menjalankan alat penggilingan sampai terlihat bekas penggilingan pada tangannya (ngapal) Jawa, ia mencari air dengan geriba sampai ada bekas geriba di lehernya, ia membersihkan rumah sampai bajunya penuh debu, ia menyalakan tungku api sampai pakaiannya kotor dan terkena musibah karenanya dan sungguh Fathimah menggiling adonan sampai tangannya melepuh”.

Subhanallah…

Inilah gambaran seorang istri yang bisa meraih impian menjadi bidadari bagi suaminya di dunia maupun di akherat. Lalu bagaimana dengan kita sahabat Muslimah?

Saat ini di zaman modern teghnologi semakin canggih butuh air tinggal pencet, menanak nasi tinggal pencet, memasak tinggal pencet. Semua serba mudah namun sudahkah kita bersyukur atas semua fasilitas yang ada atau justru kita malah semakin menjadi seorang yang manja, pemalas lebih menyibukkan dengan hal-hal yang tidak penting, na’udzubillah min dzalik.

Sahabat Muslimah…

Semoga kita sebagai seorang wanita yang mampu menjadi istri yang benar-benar menjadi idaman bagi setiap keluarga, yang mampu meraih ridho suami tuk menggapai ridho Alloh dan mendapatkan surga sebagai balasan apa yang kita upayakan. Wallohua’lam bisshowab. [ukhwatuna/voa-islam.com]

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!




Print Friendly and PDF

Muslimah lainnya:

Article source: http://www.voa-islam.com/read/muslimah/2015/03/20/35996/wahai-muslimah-suamimu-surgamu-atau-nerakamu/

Muslimah Hebat Dambaan Umat

Menjadi perempuan adalah anugrah. Menjadi perempuan yang beriman dan berislam, itu jauh lebih indah lagi. Mau tahu kenapa? Karena menjadi perempuan muslimah itu merupakan sebuah berkah yang tidak dialami oleh semua perempuan di dunia. Dan berkah ini akan menjadi lebih sempurna ketika sebagai muslimah, kita menyadari akan keistimewaan ini. Kenapa bisa begitu? Karena ternyata di luar sana, banyak banget mereka yang mengaku dirinya muslimah namun masih bingung dengan jati dirinya sendiri. Mereka akhirnya berusaha mencari jawaban kebingungan itu dengan mengambil jalan lain yang nggak ada benernya sama sekali.

Jalan lain ini seringnya sok menjadi pahlawan kesiangan bagi perempuan sehingga seakan-akan perempuan sendiri merasa diistimewakan. Salah satunya adalah ide feminisme yang (katanya) memperjuangkan kesetaraan hak antara laki-laki dan perempuan. Tapi muslimah cerdas nggak bakal dong terjebak dengan ide yang jelas-jelas bertentangan dengan Islam ini. Sebab, bukannya menjadi mulia, feminisme justru membawa perempuan kepada keterpurukan yang makin parah dalam semua sendi kehidupan.

Trus, gimana dong supaya kamu, saya, dan kita semua bisa menjadi perempuan mulia dan hebat dunia-akhirat? Pasti dong ada langkah-langkah jitu untuk mencapainya. Ikuti terus yuk bahasannya.

 

Muslimah itu harus cerdas

Poin ini selalu saya tujukan bagi perempuan siapa pun dia adanya dan di mana pun dia berada. Why? Karena perempuan cerdas itu indah. Ia nggak mudah dibohongi oleh apa pun atau siapa pun, baik oknum itu berupa sosok bernama laki-laki ataupun sosok bernama ideologi. Laki-laki di sini yang dimaksud adalah laki-laki yang nggak beriman dong. Karena kalo yang beriman, otomatis ia pasti memuliakan perempuan. Sedangkan sosok bernama ideologi utamanya kapitalisme dan sosialisme, akan mudah mempecundangi perempuan nggak cerdas dengan banyak cara. Eksploitasi perempuan adalah salah satunya.

Perempuan cerdas nggak akan mudah terpesona dengan bujuk rayu nggak bermutu ini. Ia memahami bahwa kecerdasan perempuan itu bukan hanya aksesori semu di atas panggung semata. Perempuan cerdas itu terwujud dalam karya nyata. Ia berprestasi dalam bidang yang memang benar-benar memaksimalkan peran otak dan akal, bukan sekadar akal-akalan saja. Memang ada? Banyak malah. Tuh lihat aja kontes puteri atau miss apalah itu namanya, menjadikan otak alias brain sebagai pajangan asal pantas. Soalnya tanpa kriteria brain, si panitia takut kalo masyarakat akan menganggap lomba-lomba semacam itu hanya bisa mengandalkan tubuh seksi perempuan semata. Padahal mah kenyataannya iya banget. Naif banget kalo kamu masih percaya kecerdasan turut diperhitungkan dalam kontes semacam ini.

Perempuan cerdas itu langsung terasa efeknya ke masyarakat. Selain mengukir prestasi dalam bentuk kemampuan akademis yang oke, kecerdasan pun bisa juga diraih dalam bentuk lain. Salah satunya adalah kecerdasan dalam menyikapi fakta yang tersaji di depan mata lalu berusaha menicarikan solusi cerdas atas semua masalah yang ada. Misalnya dalam menyikapi harga BBM yang semakin mahal. Perempuan cerdas langsung memahami bahwa itu semua terjadi gara-gara diterapkan sistem Kapitalisme yang jadi kiblat pemerintah saat ini. Negara menjadi macan ompong yang nggak mampu menjamin kesejahteraan rakyatnya. Negara cuma berperan sebagai pedagang untuk mengambil keuntungan sebanyak-banyaknya dengan dalih pengurangan subsidi.

Sayangnya, sekolah yang ada saat ini sangat tidak mencerdaskan muridnya terutama kaum perempuan. Diperparah dengan liberalisasi pendidikan alias pemerintah sudah nggak mau bertanggung jawab terhadap pendidikan rakyatnya, jadilah sekolah-sekolah itu disulap menjadi barang mewah yang mahal dan tak terjangkau. Klop banget untuk menjadikan perempuan jauh dari kecerdasan.

Tapi sebenarnya yang namanya kecerdasan, bisa ditempuh dan diasah dalam ranah kehidupan yang lain. Sekolah kehidupan internasional adalah solusinya. Apa itu? Yaitu sebuah sekolah yang menjadikan kurikulum universal sebagai materi pelajarannya, dengan standar Islam sebagai patokan. Laboratoriumnya juga canggih karena langsung terjun ke masyarakat tanpa harus nunggu program KKN yang biasa ada di perguruan tinggi. Muslimah jenis ini, sudahlah cerdas otaknya, cerdas pula empatinya. Top banget dah.

 

Berakhlak mulia juga harus dong!

Non, selain cerdas, perempuan itu kudu berakhlak islami. Percuma aja punya kecerdasan kalo ternyata nggak bermoral dan akhlaknya rusak. Banyak banget tuh kejadian ayam kampus atau ayam abu-abu (sebutan untuk pelacur yang masih kuliah atau SMA) yang berotak brilian namun jangan ditanya soal akhlak. Mereka obral diri hanya demi gepokan rupiah. Tentu bukan seperti ini gambaran perempuan mulia dan hebat itu.

Akhlak bisa ada pada diri perempuan bila ia beriman. Karena sesungguhnya standar akhlak sendiri adalah bagian dari syariat Islam dalam rangka menjalankan perintah Allah dan menjauhi laranganNya. Dan hal ini berkaitan banget dengan akidah yang dianut seseorang. Misal nih, kamu mempunyai akhlak dengan sifat jujur. Bukan semata-mata karena jujur itu baik, tapi seharusnya kamu sadar bahwa jujur itu baik karena Allah bilang jujur itu baik. Dan kalau Allah bilang itu baik maka itu artinya perbuatan itu akan memperolah nilai dan pahala di hadapanNya.

Pada satu momen, ketika Allah bilang jujur nggak baik ya kita harus nurut bahwa jujur itu nggak baik. Ada tiga kondisi dalam Islam yang memperbolehkan seseorang untuk berlaku tidak jujur. Pertama adalah dalam hubungan suami istri untuk membahagiakan pasangan, kedua adalah dalam peperangan, dan ketiga adalah ketika mendamaikan dua orang yang bermusuhan. Jadi, dalam kejujuran pun standar yang kita pake jelas banget yaitu Islam saja. Hal ini berlaku juga untuk bentuk-bentuk akhlak lainnya semisal ramah, baik hati, tidak sombong, suka menabung, patuh pada orang tua dll (hihi, kayak dasadarma pramuka yah).

     

Kecantikan diri patut dijaga

Kecantikan adalah sebuah hal yang secara alami ada pada diri tiap perempuan. Yakinlah, tak ada istilah perempuan berparas buruk. Bila ada yang mempunyai pendapat seperti ini, sungguh pada saat yang sama ia telah menghina Allah Ta’ala yang menciptakan paras tersebut. Cantik atau jelek kan cuma masalah selera. Yang dianggap paras kurang cantik bagi orang Asia, eh….ternyata digandrungi sama orang bule di daratan Eropa sana. Eksotis, katanya…ciee.

Terlepas dari itu semua, kecantikan yang ada pada diri perempuan kudu dijaga sebagai bentuk amanah kita pada Sang Pencipta. Menjaga kecantikan nggak harus ke salon tiap hari. Merawat kecantikan nggak harus juga luluran merata ke seluruh tubuh biar kinclong, mandi berjam-jam karena harus memakai berbagai macam krim untuk tubuh, menikur en pedikur atau apa pun namanya yang jelas-jelas itu semua hanya menghamburkan uang dan waktu.

Jangan sampai karena pedulinya kamu sama kecantikan sehingga membuat sebagian besar waktu dan uangmu habis untuk hal ini saja. Merawat kecantikan yang ideal itu sebetulnya adalah ketika tubuh kita bisa beraktivitas secara maksimal karena sehat. Percuma juga tubuh cantik bagai porselen kalo ternyata malas beraktivitas dengan dalih takut bedak luntur, misalnya. Percuma juga langsing kayak tiang listrik kalo penyakitan karena diet yang ketat.

Intinya, mempertahankan kecantikan diri cukup dengan standar Islam saja yang sangat menyukai kebersihan. Mandi minimal dua kali sehari, sikat gigi teratur, jaga kebersihan rambut dan anggota tubuh yang lain juga.

Last but not least, kecantikan itu bagaimana pun bentuknya, standarnya kudu Islam saja. Percuma juga cantik kalo ternyata nggak menutup aurat. Percuma juga kulit mulus kalo ternyata nggak pernah sholat. Ih….naudzhubillah. Karena ternyata kecantikan hakiki itu adalah gabungan dari kecerdasan otak dan akhlak yang nantinya memancar pada sikap dan perilaku seseorang sebagai bukti ketaatan pada hukum syara’ yang telah ditetapkan aturannya oleh Allah Swt.

 

Adakah sosok idaman itu?

Hmm…pertanyaan yang nggak mudah untuk dijawab. Kalo saya mau angkat tangan, kesannya kok narsis banget (hehehe..). Biar adil, saya akan menunjuk seseorang lain yang memenuhi kriteria di atas itu. Seorang perempuan, yang pasti muslimah dong, cerdas, berakhlak bagus dan cantik. Ia kuliah di salah satu perguruan tinggi negeri di Indonesia, jurusannya pun terkenal sangat sulit ditembus oleh orang yang berotak pas-pasan.

Sampai di sini, jelas banget kalo muslimah ini punya otak dan kecerdasan di atas rata-rata. Tidak itu saja, pemahaman keislamannya pun top banget. Kalo saya mengatakan paham, itu beda dengan ‘tahu’. Artinya, ia mengamalkan Islam dengan maksimal. Ia ramah dan supel, baik hati, tidak sombong, suka menabung dan patuh pada orang tua. Hapalan al-Qurannya top, kemampuan bahasa Arab dan bahasa Inggrisnya juga oke.

Dari segi kecantikan, subhanallah. Ia dikaruniai Allah fisik yang sempurna. Nggak ada orang yang bilang ia jelek. Saya aja sesama cewek, juga ikut tersepona dengan kecantikanya yang inner dan outer itu. Apa inti dari ‘sharing’ saya ini? Maksudnya ingin saya tunjukkan bahwa sosok muslimah ideal dan idaman umat itu ada. Hanya saja ia ada dalam jumlah dan stok yang terbatas. Why?

Setangkai bunga yang indah akan tumbuh dengan sempurna bila tanah dan iklimnya bagus serta sesuai. Begitu juga dengan muslimah idaman umat. Sosok-sosok ini akan tumbuh bila iklim alias lingkungan yang ada mendukungnya untuk berkembang dengan sempurna. Tapi apa fakta yang ada? Sistem yang diberlakukan kepada kita saat ini sungguh iklim rusak yang penuh noda. Sekulerisme yang diterapkan saat ini meniadakan peran agama dalam kehidupan. Kapitalisme yang mendewakan materi sebagai sumber kebahagiaan hidup pun juga dipuja-puja.

Lihat tuh, para perempuan cantik yang seksi mengumbar aurat di tempat umum, teryata sholatnya rajin juga. Bahkan saya sempat terkecoh dengan salah satu teman yang ketika berangkat ke kampus berkerudung rapat padahal hari-hari biasanya nggak. Saya pun mengucapkan selamat padanya. Bukankah kebaikan itu harus disyukuri dan diucapkan selamat padanya agar berkesinambungan? Ternyata ia mengatakan bahwa berkerudungnya itu karena ia habis menghadiri rapat sebuah perkumpulan mahasiswa muslim. Ia menyebutnya fleksibel karena itu artinya ia bisa berada di mana-mana. Rapat tentang Islam oke yang itu artinya ia berbaju muslimah. Dugem pun ayo aja yang itu artinya pake baju buka-bukaan. Waduh, jadinya baju muslimah itu dipakai hanya sekedar dress code aja yah? Capee deh.. ngikutin jalan pikiran kayak begini!

Dari kedua sosok di atas, sudah bisa dipastikan bahwa contoh kedua-lah yang paling banyak ditemui di sekeliling kita. Islam tidak lagi diakui sebagai the way of life. Namun Islam hanya sebagai mode dan gaya yang kebetulan lagi tren. Apalagi diperparah dengan ide demokrasi yang sangat mengagungkan kebebasan berekspresi termasuk dalam hal pakaian, jadilah baju muslimah dianggap sebagai salah satu pilihan yang bisa dipilih suka-suka. Kalo suka ya dipake, kalo nggak ya dilipat aja dalam lemari. Waduh!

Nggak bisa dibayangkan wajah bangsa ini ke depan, bila perempuannya plin-plan kayak gini. Tapi sangat bisa diprediksi sehebat apakah suatu kaum apabila perempuannya sekaliber contoh pertama di atas. Dan itu telah dibuktikan oleh Islam yang gilang-gemilang selama 13 abad dengan kualitas perempuan yang mulia dan hebat. Kalo sudah ada bukti cemerlangnya peradaban dalam naungan Islam, so buat apa kita butuh peradaban lain semacam demokrasi dan Kapitalisme? Jadi, tak ada pilihan lain untuk menciptakan generasi muslimah hebat dambaan umat kecuali kita campakkan bersama-sama semua ide yang rusak dan merusakkan. Setuju? Akur dong! [riafariana/voa-islam.com)

Ilustrasi: pixshark

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!




Print Friendly and PDF

Muslimah lainnya:

Article source: http://www.voa-islam.com/read/muslimah/2015/03/18/35962/muslimah-hebat-dambaan-umat/

Kisah Mualaf: Catherine dari Inggris, Menemukan Islam Sebagai Muara Keyakinan

Namaku Catherine, usiaku 20 tahun. Aku berasal dari Inggris dan tinggal di satu kota yang jumlah umat Islamnya sangat sedikit. Dibesarkan di satu keluarga yang tidak memeluk agama apapun, aku tetap mempercayai adanya Tuhan. Hanya saja jalan Tuhan mana yang harus kutempuh, itu masih menjadi kebingunganku.

Sejak masih sekolah, aku sudah tertarik belajar agama. Pada usia 15 tahun aku malah memfokuskan diri belajar tentang Islam dan Kristen. Saat itu aku memunyai teman muslim. Dia sering membawakan buletin dari masjid untuk kubaca. Tapi bukan karena itu aku masuk Islam, tapi lebih karena kesadaran yang muncul dari diriku sendiri.

Ramadan di tahun itu, aku berusaha untuk ikut puasa sebulan penuh. Itulah saat yang sangat berkesan ketika aku melakukan sesuatu untuk penciptaku dengan bukti nyata, ketaatan secara fisik. Rasanya sangat luar biasa. Sejak saat itu, aku makin rajin belajar Islam baik ketika waktu istirahat maupun pulang sekolah.

Rasa haus akan ilmu Islam terasa begitu dalam. Sebelumnya, aku tak pernah selesai menamatkan satu buku saat membacanya. Tapi ketika bertemu Islam dan Al Quran, semua terasa beda. Aku mudah sekali membaca buku-buku tentang Islam sampai tamat. Aku jadi sering mengutip kata-kata dari Al Quran. Hal ini berlangsung sekitar dua tahun. Bahkan setahun sebelumnya, yaitu sejak aku mengenal Islam, keinginan untuk menjadi muslim sudah menggedor hatiku dengan begitu kuat. Sayangnya, keluargaku tak menyetujuinya. Mereka sangat menbenci Islam.

“Usiamu belum 18 tahun. Dan selama kamu masih tinggal serumah dengan kami, itu artinya kamu harus ikut aturan kami.” Orang tuaku memberi ultimatum.

Aku pun tak berdaya. Hingga akhirnya, dua minggu sebelum usiaku tepat 18 tahun aku sudah tak tahan lagi. Aku harus segera bersyahadat dan menjadi muslim yang kaafaah. Akhirnya aku pun mencari masjid terdekat di kotaku yang belum pernah kudatangi sebelumnya. Di sana aku mengutarakan niatku pada Imam masjid. Awalnya aku begitu gugup sampai bingung mau berkata apa. Di sana aku utarakan keinginanku untuk masuk Islam dan bersyahadat. Dan akhirnya, alhamdulillah aku bisa melewatinya!

Setelah bersyahadat, aku langsung belajar tata cara salat. Rasanya aku begitu gembira yang tak bisa diungkapkan dengan kata-kata.

Alhamdulillah, tahun ini adalah tahun ketigaku berislam. Setiap hari selalu saja ada hal baru yang kupelajari yang membuatku makin mencintai Islam. Dalam kurun waktu tiga tahun ini, keluargaku mulai terbiasa dengan keislamanku meskipun tidak sepenuhnya bisa menerimaku. Saat ini aku mulai mempersiapkan pernikahanku, insya Allah dan berhijab dengan istiqomah dimana pun dan kapan pun. Aku pun menunaikan salat lima kali sehari dengan konsisten.

Aku pun berbicara tentang Islam di sekolah almamaterku. Dan setiap kali berbicara tentang Islam pada orang lain, aku selalu merasa bahagia. Inilah yang namanya dakwah. Aku berharap dari sekian banyak orang yang mendengarkan aku berbicara tentang Islam, akan ada satu orang yang makin paham tentang keindahan Islam dan tidak ada lagi salah paham tentangnya, insya Allah.

Inilah sekilas tentang perjalanan keislamanku. Rasanya aku bisa saja tak berhenti berbagi cerita tentang ini. Tapi kali ini cukup untuk memahami dasar mengapa akhirnya aku memilih Islam sebagai jalan hidup. Terima kasih sudah berkenan membaca kisahku ini. Semoga kita semua selalu berada dalam lindungan Allah, insya Allah. (riafariana/voa-islam.com)

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!




Print Friendly and PDF

Muslimah lainnya:

Article source: http://www.voa-islam.com/read/muslimah/2015/02/26/35887/kisah-mualaf-catherine-dari-inggris-menemukan-islam-sebagai-muara-keyakinan/

Hafidzah Balita Meninggal Saat Muraja’ah An-Naba

Video: Ustadz Abu Jibril Serukan Jihad Melawan Kesesatan Syiah di Indonesia

Hafidzah Balita Meninggal Saat Muraja’ah An-Naba

Mantan Presiden Yaman Tinggalkan Sanaa Setelah Berpekan-pekan jadi Tahanan Rumah Syi’ah Houtsi

Saat Badrodin Haiti Jadi Kapolda Sulteng Banyak Aktivis Islam Poso yang Ditangkap Disiksa

Hadirilah! Kajian Umum ‘Hukum Bagi Penghina Nabi Muhammad SAW’

Hadirilah! Tabligh ‘Umat Bersatu Kokohkan Ahlus Sunnah Waljamaah’ di Masjid Az Zikra

Charlie Hebdo Ngeyel Bikin Karikatur Nabi Lagi, Warga Prancis Banyak yang Masuk Islam

Generasi dalam Jerat Liberalisasi Globalisasi

Hadirilah! Deklarasi Aliansi Nasional Anti Syiah di Kab. Bandung Barat

MILF Katakan ‘Membela Diri’ Dalam Bentrokan Mematikan dengan Polisi Filipina di Maguindanao

Syiah; Total Berbahaya

Parenting Nubuwwah: Solo Menuju Kepeloporan Lahirnya Kebangkitan Generasi Qur-ani

Menteri Luar Negeri Yordania : Ini adalah Perang Dunia Ketiga Melawan Islamic State

Polisi Inggris Lacak 3 Siswi asal London yang Berencana Bergabung dengan IS di Suriah

Belasan Pejabat Somalia Tewas dan Terluka dalam Serangan Al-Shabaab di Hotel Mogadishu

Kisah Mualaf Ali Camarata: Perjalananku Menuju Islam

600 Pelajar Se-Bandung Raya Komitmen untuk Jalankan ‘Bunga Dakwah’

Muslim Youth Movement: Remaja Harus Bisa Mengaplikasikan ‘Bunga Dakwah’

IMWU: Dalam Menjawab Semua Persolan, Sertakan Selalu Allah SWT

Wapres Minta Klarifikasi PPATK Soal Rekening Gendut Badrodin?

Article source: http://www.voa-islam.com/read/muslimah/2015/02/21/35811/hafidzah-balita-meninggal-saat-murajaah-annaba/

IMWU: Dalam Menjawab Semua Persolan, Sertakan Selalu Allah SWT

BEKASI (voa-islam.com) – Internasional Muslim Women Union (IMWU) yang diselenggrakan di Universitas Assyafiiyah, Jatiwaringin, Bekasi selama empat hari telah menghasilkan sebuah keputusan. Di antara keputusan yang telah disepakti oleh 22 delegasi atau utusan Negara yakni pertama, menyelesaikan konflik regional.

Kedua mengentaskan keimiskinan dalam dunia Islam. Dan ketiga, memberantas butu huruf dan kemiskinan. Hasil keputusan ini dibacakan oleh Saud Al-Fatih Al-Badwi saat konferensi pers Ahad (15/02/2015) yang lalu, di Jatiwaringin, Bekasi, Jawa Barat.

Hasil dari keputusan ini, Tuti Alawiyah salah satu mantan Pimpinan Umum IMWU mengharapkan akan mampu berjalan sebagaimana mestinya. Tuti menambahkan, misalnya saja dalam persoalan memberantas butu huruf dan kemiskinan sangat dibutuhkan kerjasama melalui gabungan pendidikan serta dakwah. Selain itu ia juga menyebutkan untuk tercapainya hasil yang maksimal, dibutuhkan pula kerjasama antar lembaga-lembaga dunia lainnya.

“Keterbelakangan kita selesaikan dengan pendidikan, dakwahserta sosial. Untuk mewujudkan hal itu agar maksimal, kita juga bekerjasama dengan badan-badan lain di dunia,” ucapnya.

Hal senada juga disampaikan oleh Sekjen IMWU, Muzahir. Wanita asal Sudan ini mengatakan akan terciptanya jika wanita muslim saling bekerjasama dan mengisi. Selain itu, dibutuhkan pula bantuan-bantuan konkrit untuk menciptakan peran wanita, yakni wanita dalam lingkungan dan wanita dalam keluarga.

“Saling membantu dan mengisi antara delegasi dan masyarakat. Ini untuk kepentingan dan peran wanita di lingkungan dan keluarga,” ucapnya.

Sebagaimana tertulis dalam rilis yang dibagikan, bahwa keputusan bulat itu terjadi lantaran disebabkan banyak sekali lontaran problema yang dihadapi wanita muslimah di berbagai belahan dunia. Masih dalam rilis, dan disampaikan oleh Saud, ia menghimbau kepada seluruh delegasi atau utusan untuk tetap tegak berdiri. Jangan mundur sekalipun ancaman musuh datang untuk mengahancurkan Islam.

“Yakinlah! Bahwa Allah SWT pasti membantu kita,” tutupnya.

Acara diselenggarakan dari tanggal 13-16 Februari 2015 di Jatiwaringin, Bekasi, Jawa Barat. Keputusan bersama itu dinamai “Meningkatkan Peran Wanita Muslimah di Mata Dunia’’. Dihadiri pula oleh Menteri Agama Lukman Hakim Saefuddin. [robigusta/voa-islam.com]

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!




Print Friendly and PDF

Muslimah lainnya:

Article source: http://www.voa-islam.com/read/muslimah/2015/02/21/35794/imwu-dalam-menjawab-semua-persolan-sertakan-selalu-allah-swt/

8 Kiat Praktis Bahagiakan Suami

Sahabat Kelaurga Sakinah Voa-Islam…

Menjalin keluarga yang harmonis adalah impian setiap pasangan suami istri. Hal ini bisa dicapai jika masing-masing merasa bahagia dan tentram bersama pasangannya. Kali ini kita akan membahas hal-hal sederhana yang bisa membuat suami merasa bahagia.

1. Berikan sambutan yang manis

Sekembalinya suami dari bekerja, dinas luar kota, bepergian, atau kemana pun dia pergi, sambutlah dia dengan baik. Temui dia dengan wajah riang gembira. Bersolek dan pakailah wewangian. Kabarilah dia dengan kabar-kabar baik yang menggembirakan. Tahan diri Anda untuk menyampaikan berita-berita buruk, setidaknya sampai dia telah beristirahat dengan cukup. Berusaha keraslah untuk menyajikan makanan-makanan bermutu, dan sajikanlah selalu tepat waktu.

2. Merasa puas dengan apa yang telah Allah berikan melalui suami.

Anda jangan pernah merasa depresi hanya karena suami Anda miskin atau memiliki pekerjaan dan karir yang biasa-biasa saja. Selama Anda dan suami dekat Allah –Sang Pemberi rezeki—, maka Dia pun akan menggelontorkan rezeki dan karunianya. Anda mesti melihat orang-orang sekeliling yang miskin, sakit, cacat, dan lainnya. Lantas bandingkan dengan semua yang telah Allah karuniai kepada Anda dan keluarga.

Menjalin keluarga yang harmonis adalah impian setiap pasangan suami istri. Hal ini bisa dicapai jika masing-masing merasa bahagia dan tentram bersama pasangannya. Kali ini kita akan membahas hal-hal sederhana yang bisa membuat suami merasa bahagia.Ingatlah selalu bahwa kekayaan sejati terletak pada tingginya keimanan dan keshalihan. Dua hal itu merupakan investasi terbaik untuk menjalani kehidupan yang kekal kelak.

3. Bersyukur dan memberikan apresiasi.

Berdasarkan sabda Rasulullah SAW, mayoritas penghuni neraka adalah wanita, dikarenakan mereka tidak bersyukur. Hasil dari rasa bersyukur adalah suami Anda akan lebih mencintai Anda, dan dia akan berupaya keras untuk membahagiakan Anda dengan beragam cara. Sementara dampak dari tidak bersyukur adalah suami Anda akan kecewa, lantas mulai bertanya, “Mengapa saya harus berbuat baik kepada istri saya, sementara dia tidak pernah bersyukur dan hormat?!”

4. Menjaga diri ketika suami tidak ada.

Jagalah diri Anda dari segala hubungan yang diharamkan. Jaga setiap rahasia-rahasia keluarga, terutama yang berkenaan dengan hubungan suami-istri. Menjaga rumah dan merawat anak-anak. Menjaga uang dan segala harta bendanya. Jangan sekali-kali keluar rumah tanpa izin suami, dan tanpa mengenakan hijab (jilbab) yang rapih. Tolak kehadiran orang-orang yang tidak disenangi suami, jangan biarkan mereka masuk ke dalam rumah ketika suami tidak ada. Jangan biarkan laki-laki non-mahran berduaan dengan Anda di mana pun.

5. Tunjukkan rasa hormat kepada keluarga dan teman-temannya.

Anda harus menyambut dan bersikap baik kerabat dan teman-teman suami Anda, terutama kedua orangtuanya. Sebisa mungkin Anda harus menghindari masalah dengan para kerabatnya. Anda harus menghindari memojokkan suami Anda ke posisi di mana dia harus memilih antara ibu dan istrinya secara dilematis.

Tunjukkan keramahtamahan Anda kepada tamu-tamunya, dengan cara menyiapkan tempat yang menyenangkan kepada mereka untuk duduk, menyajikan makanan yang paling baik, menyambut istri-istri mereka, dan lain sebagainya. Dorong suami Anda agar secara rutin bersilaturahim ke kerabat keluarganya, dan agar mereka mengunjungi rumah Anda. Telponlah orangtua suami Anda, kakak-kakak dan adik-adiknya; kirimi mereka surat, beri mereka hadiah, bantu mereka ketika terkena musibah, dan lainnya.

6. Merawat rumah dengan baik.

Upayakan agar rumah selalu bersih dan tertata dengan baik. Ubahlah tata letak barang-barang di rumah Anda dari waktu ke waktu untuk menghindari kebosanan. Pelajari semua skill pemeliharaan rumah. Pelajari bagaimana merawat anak-anak secara baik berdasarkan ajaran Islam.

7. Percantiklah dirimu dan rendahkan suaramu

Usahakan agar Anda selalu tampil cantik dan merendahkan suara di hadapannya. Lakukanlah hal itu hanya untuk suami Anda, dan jangan menampakkan kecantikan Anda di hadapan laki-laki yang bukan mahram (laki-laki yang layak untuk engkau nikahi jika engkau belum menikah).

8. Senantiasa tampil mewangi dan selalu cantik

Rawatlah dengan baik tubuh dan kebugaran jasmani Anda. Kenakanlah pakaian-pakaian yang menarik dan pakailah parfum yang aromanya disukai suami Anda. Mandilah secara teratur. Apabila telah bersih dari haid, bersihkanlah setiap berkas darah atau bau tak sedap. Gunakanlah jenis parfum, warna-warna, dan pakaian yang disenangi suami Anda. Ubahlah gaya rambut, parfum, dan lainnya dari waktu ke waktu untuk menghindari kejenuhan. Bagaimanapun, semua hal di atas harus dilakukan dengan tidak berlebih-lebihan, dan tentu saja, jangan melakukannya di hadapan laki-laki dan wanita yang bukan mahram.

Tulisan ini dipersembahkan oleh Sidara Beauty Care. Sidara Total Beauty Solution adalah paket produk SIDARA yang akan membantu muslimah memiliki kulit wajah cantik mempesona,bersih, cerah dan bebas jerawat. Produk Sidara diformulasikan khusus dari bahan-bahan alami non kimia, sehingga aman bagi tubuh dan dapat digunakan siapa saja.

Sidara telah mendapatkan ijin dari BPOM dan sertifikat Halal MUI, sehingga tidak ada keraguan bagi konsumen menggunakan produk-produk Sidara. Produk Sidara diformulasikan dari ekstrak zat aktif herbal untuk sehingga khasiatnya begitu maksimal dan terasa.

Untuk mengetahui produk Sidara lebih jelasnya bisa dibaca di halaman berikut ini.

Sidara Untuk Wajah Cantik Mempesona

Dapatkan kesematan mendapatkan Sidara dengan harga prom diskon 100rb sampai tanggal 22 Februari 2015. [advertorial/abufaris/voa-islam.com]

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!




Print Friendly and PDF

Muslimah lainnya:

Article source: http://www.voa-islam.com/read/muslimah/2015/02/20/35781/8-kiat-praktis-bahagiakan-suami/

Ini 4 Golongan Wanita yang Dilaknat Alloh

Sahabat Muslimah yang Shalihah…

Wanita adalah makhluk Alloh yang tidak akan habis untuk dibahas. Wanita ditakdirkan Alloh sebagai perhiasan dunia. Wanita tampak lebih indah baik dalam segi bentuk maupun geraknya. Karena wanita cenderung lebih lembut dibanding laki-laki pada fitrahnya. Wanita seolah tumbuh dihiasi oleh keindahan yang melekat pada dirinya karena wanita secara fitrah akan selalu ingin tampak cantik dan indah.

Sahabat Muslimah…

Keindahan dan kecantikan yang telah Alloh anugerahkan kepada kita mesti kita jaga. Ingin terlihat cantik merupakan salah satu fitrah wanita. Namun jangan sampai dikala ingin berpenampilan indah dan cantik ini, kita tidak memperhatikan batasan-batasan yang telah ditetapkan Alloh dan Rasul-Nya. Atau bahkan karena ingin terlihat lebih cantik ini justru terjerumus termasuk dalam golongan wanita yang dilaknat Alloh. Naudzubillahi min dzaalik.

Sahabat Muslimah…

Rasululloh SAW telah memberikan kriteria atas wanita yang dilaknat Alloh.

(لعن الله الواشمات و المستوشمات و الواصلات و النامصات و المتنمصات و المتفلجات للحسن المغيرات لخلق الله. ( رواه البخاري

Artinya: Alloh melaknat “al-wasyimaat” (wanita yang mentato kulitnya) “al-mustausyimaat” (wanita yang minta ditato) “al-waashilaat” (wanita yang menyambung rambutnya) “an-namishot” (wanita yang mencukur bulu alisnya) “al-mutanamishot” (wanita yang meminta dicukur bulu alisnya) “al-mutafallijaat lilhusni” ( wanita yang meminta direnggangkan giginya agar nampak indah) dengan merubah ciptaan Alloh. (H.R Al-Bukhory).

Wanita terlaknat berarti terjauh dari rahmat Alloh SWT. Bisa kebayang, bagaimana kita bila termasuk dalam golongan ini. Pastilah segala kebaikan yang ada pada wujud kita tidak akan memberikan kebaikan, namun justru akan menjadi fitnah kehidupan. Beberapa golongan wanita yang terlaknat adalah:

Pertama: Al wasyimat wal mustausyimat (wanita yang mentato dan minta untuk ditato kulitnya)

Ibnu Abas berkata: “Al Wasyimah adalah orang yang membuat tato di wajahnya baik dengan celak atau tinta, Al Mustausyimah adalah orang yang minta ditato”.

Tato dengan niat apapun sangatlah terlarang menurut syar’i. Wanita membuat tato sangatlah beragam, saat ini baru ramai dibicarakan dan menjadi tren adalah sulam bibir. Tahun delapan puluhan banyak wanita yang membuat tato tahi lalat. Tahun sembilan puluhan banyak wanita membuat tato alis. Dan yang terpenting, larangan bertato ini bersifat tato permanen maupun yang tidak permanen. Alloh SWT melaknat keduanya atau dengan kata lain Alloh dan rasul juga mengharamkan perbuatan keduanya.Rasululloh bersabda:

أَبُو هُرَيْرَةَ قَالَ سَمِعْتُ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ لَا تَشِمْنَ وَلَا تَسْتَوْشِمْنَ

Abu Hurairah berkata; Saya mendengar Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: Janganlah kalian mentato dan jangan pula minta untuk ditato.(H.R Al Bukhori).

Kedua: Wanita yang meyambung rambutnya dan meminta untuk disambungkan

Hal ini mungkin banyak dilakukan oleh wanita yang tidak mengenakan jilbab. Sambungan rambut tersebut dalam bentuk terurai, terkepang maupun dalam bentuk sanggul. Menggunakan rambut asli maupun rambut sintetis. Hal ini diharamkan baik untuk keseharian ataupun mement tertentu seperti ketika walimah atau resepsi ataupun kegiatan yang lainnya.

Abu Dawud berkata: “Al Washilah adalah wanita yang menyambung rambutnya dengan rambut wanita (wig). Al Mustaushilat adalah orang yang disambung rambutnya”. Rasululloh bersabda:

حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ يَحْيَى أَخْبَرَنَا أَبُو مُعَاوِيَةَ عَنْ هِشَامِ بْنِ عُرْوَةَ عَنْ فَاطِمَةَ بِنْتِ الْمُنْذِرِ عَنْ أَسْمَاءَ بِنْتِ أَبِي بَكْرٍ قَالَتْ
جَاءَتْ امْرَأَةٌ إِلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَتْ يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنَّ لِي ابْنَةً عُرَيِّسًا أَصَابَتْهَا حَصْبَةٌ فَتَمَرَّقَ شَعْرُهَا أَفَأَصِلُهُ فَقَالَ لَعَنَ اللَّهُ الْوَاصِلَةَ وَالْمُسْتَوْصِلَةَ

Dari Asma’ binti Abu Bakr ia berkata; Ada seorang wanita datang kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam lalu dia berkata kepada beliau; Aku mempunyai seorang anak gadis yang akan menjadi penganten mempelai. Dia terkena penyakit campak sehingga rambutnya gugur. Bolehkah aku sambung rambutnya? Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: ‘Allah Ta’ala mengutuk orang yang menyambung rambut dan yang meminta supaya rambutnya disambung (H.R Muslim).

Ketiga: Wanita yang mencabut bulu alis dan yang meminta untuk dicabut.

Terkadang wanita merasa kurang percaya diri dengan alis yang dimiliki kemudian ia berkeinginan mengubah bentuknya dengan mengurangi bulunya dan menambahkan warna pada alis sesuai bentuk yang diinginkan. Hal ini sepertinya sepele namun ternyata keduanya adalah termasuk perbuatan yang dilaknat Alloh SWT. Rasululloh bersabda:

سَمِعْتُ عَائِشَةَ تَقُولُ كَانَ نَبِيُّ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَنْهَى عَنْ الْوَاشِمَةِ وَالْوَاصِلَةِ وَالْمُتَوَاصِلَةِ وَالنَّامِصَةِ وَالْمُتَنَمِّصَةِ

Aisyah berkata; Nabi shallaallahu ‘alaihi wa sallam melarang dari membuat tato, menyambung rambut dan yang minta disambung, dan orang yang mencabut bulu wajah atau alis dan yang memintanya (H.R Ahmad).

Keempat: Wanita yang merenggangkan giginya atau mengikirnya supaya tampak lebih cantik.

Gigi merupakan anggota tubuh yang sangat besar manfaatnya. Namun terkadang wanita tidak hanya mengambil manfaatnya sebagai alat pengunyah makanan saja, namun sebagai salah satu sumber kecantikan juga. Dikala wanita kurang puas dengan gigi yang dimiliki, tidak jarang wanita yang merubah gigi dengan cara yang dilarang secara syar’i. Bentuk merubah bentuk gigi yang dilakukan pada zaman Jahiliah yaitu dengan mengikir atau merenggangkannya. Saat ini berapa banyak wanita yang merubah bentuk giginya dengan cara yang beragam pula. Wallahu’alam. [ukhwatuna/voa-islam.com]

image: ilustrasi/muslimah.web.id

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!




Print Friendly and PDF

Muslimah lainnya:

Article source: http://www.voa-islam.com/read/muslimah/2015/02/19/35759/ini-4-golongan-wanita-yang-dilaknat-alloh/