Kopi Meningkatkan Kemampuan Ingatan

(voa-islam.com) – Anda biasa minum kopi panas di pagi hari? Jangan tinggalkan kebiasaan ini, karena menurut sebuah studi, afek kafein pada kopi dapat membantu meningkatkan kemampuan ingatan. Ini adalah kesimpulan dari penelitian yang dilakukan oleh Johns Hopkins University di Baltimore, AS, dipublikasi pada jurnal Nature Neuroscience.

Pada tulisan terdahulu, voa-islam pernah membahas efek dari kopi pahit bisa memperlambat dan melawan kepikunan. Atau bisa dikatakan, kopi bisa menjadi obat pikun, heee. Efek positif kafein pada kopi sebagai obat psychoactive yang dapat memelihara fungsi otak, menurut hasil penelitian terbaru pakar internasional dari University of Lisbon dan University of Coimbra, Portugal.

Para peneliti dari Johns Hopkins University, Amerika Serikat, menganalisa dampak kafein sebagai faktor penguatan memori ingatan. Hasilnya, kafein terbukti dapat menguatkan memori tertentu dalam 24 jam setelah dikonsumsi.

“Temuan ini menunjukkan kafein memiliki efek pada proses ingatan pada manusia. Proses ini membuat ingatan lebih permanen dan sulit untuk lupa,” ujar penulis studi Michael Yassa, asisten profesor neurobiologi dan perilaku di University of California, Irvine yang melakukan penelitian saat berada di Johns Hopkins.

Studi yang dibiayai oleh National Institute of Health dan National Science Foundation AS melibatkan 100 peserta peminum kafein namun dalam taraf sedang. Artinya mereka tidak meminum kopi, teh, atau minuman soda dalam jumlah besar.

“Kami memilih peserta yang minum kurang dari 500 miligram kafein seminggu. Kebanyakan bukan peminum kopi namun minum soda setidaknya sekali atau dua kali per minggu,” jelas Yassa.

Kandungan kafein dalam minuman sangat bervariasi. Yassa mengatakan, rata-rata satu cangkir kopi mengandung 160 miligram, namun ada juga yang mengandung hingga 330 miligram kafein. Menurut dia, paling tidak untuk memberikan efek penguatan memori, seseorang perlu mengonsumsi paling tidak 200 miligram kafein.

Dalam studi yang dipublikasi dalam jurnal Nature Neuroscience ini, para peneliti meminta para peserta untuk melihat gambar-gambar yang mudah ditemui sehari-hari pada layar komputer, seperti sepatu, kursi, bebek karet, dan lain-lain. Mereka meminta agar peserta menyebutkan, apakah benda-benda tersebut termasuk benda dalam atau luar ruangan.

“Kami tidak terlalu mementingkan jawaban mereka, namun ingin mengetahui mereka memperhatikan objeknya dan mengingatnya,” ujar Yassa.

Lima menit setelah peserta melihat gambar-gambar, setengah dari mereka diberikan 200 mg kafein dan setengah lagi diberikan plasebo. Satu hari setelahnya, mereka diminta untuk melihat gambar lagi yang diambil dari sisi berbeda, kemudian menjawab apakah objek tersebut baru, lama, atau mirip dengan objek yang kemarin mereka lihat.

Hasilnya, peserta yang diberikan kafein lebih baik dalam membedakan gambar dan mengidentifikasi objek adalah baru, lama, atau mirip.

“Ini artinya, kafein memiliki efek memperkuat ingatan dalam periode waktu yang lebih panjang, selain manfaat lain rasa awas, perhatian, dan waspada,” kata Yassa. [PurWD/dbs/voa-islam.com]

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!




Print Friendly and PDF

Muslimah lainnya:

Article source: http://www.voa-islam.com/muslimah/muslimah/2014/08/22/32396/kopi-meningkatkan-kemampuan-ingatan/

Voa-Islamic Parenting (20): Jangan Ada ‘Bullying’ di Antara Kita

“Ketika masih kecil atau remaja dulu, apakah Ibu pernah mengalami ‘bullying’?”

Pertanyaan dari salah satu remaja itu membuat saya berhenti sejenak untuk mengingat kembali masa kecil dan remaja saya. Setelah beberapa saat, saya kemudian menjawab dengan tegas.

“Bila bullying bermakna bahwa saya disakiti secara fisik atau verbal, dan kemudian saya merasa menjadi pihak yang tersakiti, saya katakan tidak. Itu karena sejak kecil saya sudah tahu bahwa tidak ada seorang pun yang saya berikan kesempatan untuk menyakiti saya.”

Bunda, konsep diri yang saya miliki di atas itu tidak terlepas dari peran orang tua yang mendidik saya sejak dari rumah. Bapak dan ibu saya memberi dasar yang saya syukuri bisa membuat saya melewati masa kanak-kanak dan remaja dengan ‘aman’. Apakah itu artinya ibu dan bapak saya selalu melindungi dan ada di sisi saya setiap saat? Tidak. Sebaliknya, sejak kecil saya sudah dilatih mandiri plus bekal prinsip yang hingga kini masih saya ingat dengan baik yaitu ‘jangan pernah takut bila kamu merasa benar!”

Prinsip inilah yang ternyata menjadi bekal saya menjadi anak kecil yang pemberani. Kecil di sini dalam arti sebenarnya, karena hingga menjelang usia remaja, badan saya selalu masuk kategori paling kecil di antara teman sebaya. Sudah kurus, kering, paling pendek lagi. Tak jarang dalam permainan apapun keberadaan saya tak dianggap atau kalau orang Jawa bilang ‘pupuk bawang’. Saya selalu dijadikan pihak kalah-kalahan. Main petak umpet, selalu jadi yang ditutup mata kemudian disuruh mencari teman-temannya. Kalau pun saya protes karena terlalu lama jadi yang ditutup mata, saya pun diperbolehkan main jadi yang sembunyi. Tapi lagi, biasanya mereka tidak mencari saya. Karena ya ‘pupuk bawang’ tadi.

Bisa saja saya menangis dan lapor ke orang tua tentang perlakuan buruk teman-teman main saya. Tapi konsekuensinya saya tak boleh main dengan mereka lagi. Orang tua saya bukan tipe yang suka melabrak teman main anaknya yang biasa dilakukan oleh orang tua lain yang merasa anaknya ‘dibully’ atau diperlakukan tak adil oleh teman sebaya. Jadi, daripada tak boleh main dengan mereka saya memilih mencari trik lain. Ketika saya menjadi pihak yang harus sembunyi, biasanya saya memilih rumah saya sendiri untuk sembunyi. Asumsinya, bila saya tak dicari maka saya bisa langsung tidur saja karena permainan biasanya dilakukan malam hari sehabis Maghrib.

Dalam permainan yang lain juga sama. Main lompat tali, saya selalu jadi pihak yang pegang tali. Sekalinya diberi kesempatan main, saya mudah sekali gagal karena memang tubuhnya paling imut di antara mereka. Saya pun pegang tali lagi. Kalau sudah jengkel dan capek, saya protes. Kalau protes tak didengar, saya taruh tali itu dan pulang. Jarang sekali saya menangis atau mengadu ketika ada perlakuan teman yang menyakitkan hati. Itu di kampung.

Di sekolah beda lagi. Tubuh boleh kurus, kering, pendek tapi karena jarang menangis bila disakiti teman (bahkan cenderung melawan) maka saya didaulat menjadi ketua kelas. Di sini saya mulai menjadi pihak yang tidak saja anti dibully tapi malah bisa membela teman yang dibully. Sekitar kelas 5 atau 6 SD saya bahkan membela teman perempuan yang disakiti teman laki-laki hingga bibir saya sedikit sobek. Itu pun saya memilih tidak lapor orang tua dan berusaha mengobati sobekan itu semampunya, sendiri.

Bunda, saya berbagi pengalaman masa kecil saya ini bukan untuk pamer. Karena secara teori sudah banyak buku dan artikel yang beredar luas tentang bahaya bullying serta pencegahannya. Meskipun begitu, faktanya banyak bunda di luar sana yang masih bingung cara menyikap bullying yang terjadi pada si buah hati. Sikap yang kemudian menjadi sangat protektif biasanya langsung ditunjukkan oleh orang tua ketika mengetahui anaknya menjadi korban bullying.

Kita boleh berbeda pendapat dalam hal  ini. Tapi menurut saya, sikap protektif itu tidak menyelesaikan masalah pada korban bullying. Dukungan penuh orang tua dan keluarga, itu yang dibutuhkan si anak. Langkah-langkah praktis untuk mencegah atau melawan teman-teman yang membully itu lebih berguna daripada orang tua yang maju. Tentu saja langkah lain juga harus dilakukan. Diantaranya adalah dengan menghubungi guru apabila bullying terjadi di sekolah. Harus ada pendekatan dari guru ke murid yang ditengarai suka membully teman-temannya.

Orang dewasa di sekitar harus peduli dengan gejala bullying ini beserta dampaknya. Tak boleh ada yang cuek atau berlalu saja apabila menangkap basah perilaku bullying terjadi. Saya sendiri suka ‘turut campur’ dengan menegur anak-anak SD yang terlihat sedang mengolok-olok atau memukul temannya. Saya tegur mereka sambil memberi nasehat yang praktis semisal:

“Ayo, bercanda tak boleh menyakiti.”

“Main yang baik, sama teman harus menyayangi ya.”

Bahkan tak segan ketika ada anak yang sengaja menjatuhkan sepeda temannya, saya minta dia untuk mendirikan lagi sepeda tersebut. Saya tunggu sampai dia melakukan yang saya suruh sambil saya tekankan bahwa perbuatan itu tak boleh diulangi lagi.

Itu bila di sekolah, bagaimana bila di kampung atau sekitar rumah tempat bermain anak dengan teman-temannya? Dalam kondisi ini cenderung tak ada pihak ketiga sebagai penengah. Anak-anak yang suka membully biasanya memunyai latar belakang keluarga yang tak jauh beda. Jadi ketika bunda melakukan pendekatan ke orang tuanya, bukannya solusi tapi bisa jadi malah orang tua menjadi musuh dengan orang tua juga. Dalam hal ini, bekal penguatan mental dan kepribadian si anak harus ditekankan pada anak-anak kita sendiri.

Jadikan ia sosok yang percaya diri karena biasanya ‘tukang’ bully suka pada anak yang cenderung pendiam, penakut, cengeng, dan mau menuruti apa kata mereka. Anak yang percaya diri dan pemberani, ‘tukang’ bully akan mikir berkali-kali sebelum membullynya. Karena pasti si anak akan melakukan perlawanan. Titik inilah yang kadang lupa kita bekalkan ke anak kita. Mengalah dan menghindari kekerasan, seringnya itu yang ditanamkan. Ingat, prinsip ini tidak salah. Tapi akan salah ketika orang tua salah menempatkan.

Mengalah adalah tindakan salah ketika posisi dizolimi. Tindakan benar adalah dengan melawan. Pertama dengan kata-kata. Ajari anak untuk mengatakan bahwa dia tidak suka diolok, diejek, atau bagian fisiknya disakiti. Bila ini sudah dilakukan oleh anak kita tapi temannya masih tidak berubah juga, maka menghindari kekerasan adalah tindakan salah. Balas! Semampunya. Ketika diam tetap dibully atau disakiti. Protes dengan kata-kata juga tidak mengubah keadaan. Maka jalan terakhir adalah membalas atau melakukan perlawanan. Kalah menang urusan belakang. Percayalah Bunda, ‘tukang’ bully tak berani pada anak pemberani. Mulai detik ini, hapus lingkaran ‘bullying’ dimulai dari anak kita dan lingkungan terdekat dengan tidak menjadi pelaku ataupun korban. [riafariana/voa-islam.com]

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!




Print Friendly and PDF

Muslimah lainnya:

Article source: http://www.voa-islam.com/muslimah/muslimah/2014/08/22/32363/voaislamic-parenting-20-jangan-ada-bullying-di-antara-kita/

Menjadi Muslimah Dambaan Hati

Sahabat Muslimah Voa Islam…

Alloh telah menciptakan ibu kita Hawa sebagai pendamping bagi Nabi Adam dikala rasa sepi mulai menyelimuti hati dalam kehidupannya di surga yang diungkapkan oleh Ibnu Abas antara waktu Ashar sampai maghrib. Awal penciptaan Muslimah pertama ini tersibak tujuan mulia atas diciptakannya. Alloh pun telah menandaskan bahwa muslimah berada di shof pertama sebagai ciptaanNya yang menjadi asbab hidup semakin indah karena wanita adalah mataa’un dan sebagai makhluq yang layak untuk dicintai. 

Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini, yaitu: wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia, dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik (surga). (QS. Ali Imran:14)

Namun masih banyak dari muslimah sendiri kurang memahami akan tujuan serta hikmah kenapa mereka diciptakan Alloh. Wanita yang bagaimanakah yang akan menjadi perhiasan dunia dan menjadi tempat berlabuh nya hati?

Muslimah yang mendalami ilmu tauhid

Di dalam kitabu tauhid jilid 1 yang di susun assyaikh Abdul Majid Azizi Azzondani menjelaskan bahwa salah satu indikasi seseorang yang jahil dari ilmu tauhid adalah orang yang kurang memahami akan hikmah dan manfaat kenama disini diciptakan Alloh. 

Kita lihat realita dalam kehidupan masyarakat pada umumnya dan bila kita telisik begitu besarnya angka perceraian yang terjadi. Kita akan mendapatkan semua masalah itu bermula karena kurangnya saling memahami kedudukan antara suami dan istri. Kurang memahami hikmah dan barokah dari terjalinnya tali pernikahan. 

Berarti munculnya permasalahan seorang suami sewenang-wenang terhadap istri maupun sebaliknya seorang istri kurang taat pada suami bermula dari salahnya memahami diri yang berlandaskan pada tauhid yang lurus.

Adakah orang yang mengetahui bahwasanya apa yang diturunkan kepadamu dari Tuhanmu itu benar sama dengan orang yang buta? Hanyalah orang-orang yang berakal saja yang dapat mengambil pelajaran, (QS. Ar Ro’du:19)

Muslimah yang sholihah

Rosululloh Shollallohu Alaihi Wasallam telah bersabda: “Dunia adalah perhiasan dan perhiasan dunia yang terbaik adalah istri sholihah.” (HR. Muslim,Nasa’i, Ibnu Majah dan Ahmad)

Dari hadits di atas Rosululloh dengan jelas menyatakan bahwa perhiasan dunia yang terbaik adalah wanita sholihah. 

Tahukah wahai Sahabat Muslimah…

Suatu perhiasan tentulah melalui proses penempaan dan polesan yang panjang polesannya pun tidak boleh yang sembarangan. Haruslah tahan dengan segala cuaca. Ini tidaklah mungkin bisa didapatkan dengan instan. Bila muslimah digambarkan bak mutiara, itupun akan bisa dirasakan indahnya bila didapatkan dengan kesabaran, bila diolah dengan benar serta bila posisikan pada posisi yang tepat.

Pun demikian dengan predikat muslimah sholihah. Ini bukanlah julukan yang diberikan pemimpin negri. Ini merupakan kedudukan mulia yang Alloh berikan kepada sahabat muslimah jika memenuhi ketetapan syar’i yang telah diridhoiNya.

Suatu perhiasan tentu menjadi sesuatu yang sangat disenang sang pemiliknya. Ia akan menjadi penyejuk mata, penenang hati, penyedap alur kehidupan, penghibur dikala gundah, yang akan mempesona dikala lunglai serta pemberi semangat dikala futur menerpa. Demikianlah sahabat muslimah dalam kehidupan. 

Inilah yang menjadikan sahabat muslimah menjadi dambaan siapa saja. Bukan hanya kaum Adam saja yang mendambakanya, bahkan tang tua pun sangan mendambakan anak perempuan yang sholihah. 

Semoga semua Sahabat Muslimah Voa Islam memiliki sepuluh karakter sholihah yang menjadi dambaan siapa saja dan bila telah berkeluarga semoga menjadi Istri Sholihah. [ukhwatuna/voa-islam.com]

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!




Print Friendly and PDF

Muslimah lainnya:

Article source: http://www.voa-islam.com/muslimah/muslimah/2014/08/21/32362/menjadi-muslimah-dambaan-hati/

Jangan Lupakan Gaza!

Sahabat Voa-Islam yang dirahmati oleh Allah SWT…

Gencatan senjata di Gaza membuat umat Islam lengah. Apalagi dengan isu baru yang sepertinya sengaja untuk mengalihkan perhatian agar dunia tak lagi mengutuk Israel: ISIS (sekarang IS). Padahal di Gaza sesungguhnya kondisinya masih membara. Mari kita ingat-ingat lagi siapa musuh bersama kita sedunia yaitu Israel laknatullah.

Mulai awal Ramadan kita sudah dihinakan oleh musuh Allah bernama Zionis Israel. Rakyat Gaza yang mayoritas muslim menjadi sasaran empuk pembantaian di tanah airnya sendiri. Satu bulan berlalu belum ada tanda-tanda kebiadaban ini akan berakhir. Hingga saya menulis artikel ini jumlah korban mendekati angka 2000 jiwa manusia. Itu semua mayoritas terdiri dari anak-anak dan perempuan.

Kemanusiaan seolah tak ada harganya lagi. Begitu murah harga nyawa manusia. Aktivis pembela HAM (Hak Asasi Manusia) bungkam. PBB yang katanya bertugas menciptakan perdamaian dunia impoten. Ya…bila berkaitan dengan nyawa manusia yang beragama Islam, PBB yang notabene diwakili oleh Amerika memang tak pernah peduli. Bukan hanya tak peduli, Amerika malah menyuplai senjata dan mendanai Israel secara besar-besaran untuk membunuhi rakyat Gaza.

Pertanyaannya, mengapa rakyat Gaza yang mayoritas Muslim seolah berjuang sendiri dan tak ada yang membantu? Kemana para pemimpin negeri-negeri Muslim yang memunyai kekuasaan untuk mengirim pasukan militer negaranya? Daripada militer Cuma baris-berbaris saja kerjaannya, kan mending tuh dipraktekkan secara nyata di medan jihad Gaza. Tapi jangankan mengirim militer, mengutuk perbuatan keji Israel saja mayoritas pemimpin itu tak berani. Ada apa sebenarnya ini?

Dunia Islam Berduka

Pembantaian rakyat Gaza adalah hal tragis yang menyedihkan hati. Diamnya para pemimpin Muslim itu jauh lebih menyakitkan lagi. Mulai dari pemimpin negara Arab hingga negara non Arab seperti Indonesia dan Malaysia seperti macan ompong yang kerjaannya cuma bengong. Bahkan pemimpin Indonesia yang akan segera lengser baru membuat surat terbuka terkait peristiwa ini setelah pembantaian berjalan sampir satu bulan lamanya! Kemana saja ia sebelumnya?

Israel hanyalah satu negara kecil dibandingkan dengan bersatunya negeri-negeri Muslim yang berjumlah sekitar 57 negara. Masalahnya, adakah kemauan dari negeri-negeri muslim tersebut untuk melawan Israel dan membantu Gaza secara militer? Jawabnya sangat jelas yaitu tidak ada. Nasionalismemenjadikan negeri-negeri tersebut tidak merasa bahwa Gaza adalah permasalahan umat Islam sedunia. Nasionalisme menjadi batasan imajiner satu negara dengan negara lain untuk memberikan bantuan semaksimal mungkin.

Di antara semua negara, Iran terkenal yang paling vokal menggertak Israel. Tapi ibarat anjing menggonggong kafilah berlalu, gertakan itu tak mempan. Iran tak pernah benar-benar berniat membela rakyat Gaza dan menyerang Israel. Maka di titik ini, Gaza yang terkenal mayoritas penduduknya adalah penghafal Qur’an, mengharap pertolongan hanya pada Allah semata. Banyak keajaiban hadir di saat tak ada seorang penolong pun kecuali Allah.

Sungguh, seharusnya kita semua malu dengan kondisi ini. Betapa Israel sengaja mengolok-olok umat Islam sedunia dengan menjadikan Gaza sebagai percontohan pembantaian. Israel dibantu secara total oleh negara yang menyebut dirinya adidaya yaitu Amerika Serikat, sedangkan Gaza sebaliknya. Sebanyak apapun dukungan terhadap Gaza, itu tak menghentikan jatuhnya korban nyawa dari kalangan anak-anak dan perempuan. Karena menghadapi lawan tipe Zionis Isreal yang memang seperti bukan manusia lagi, jawabannya hanya kekuatan militer.

Keistimewaan Palestina

Sekeji itu perlakuan Zionis Israel terhadap Palestina khususnya Gaza, mengapa mereka tak memilih keluar saja selagi bisa? Mungkin itu yang ada di benak banyak orang menyikapi peristiwa Gaza yang seringkali terulang. Zionis dengan pongahnya membunuhi secara keji ribuan nyawa dalam hitungan hari. Tapi rakyat Gaza beda. Mereka adalah sosok tangguh yang tak takut mati, pun tak gentar menghadapi hidup sedemikian keras. Di Palestina, ada Al-Aqsa sebagai kiblat pertama umat Islam. Salat di tempat ini pahalanya seribu kali lipat dibandingkan dengan masjibd lainnya. Tak heran, meskipun bertaruh nyawa, pemuda Palestina berani menerabas blokade pasukan Israel yang ditempatkan di sekeliling masjid. Bahkan tak sedikit yang rela salat di jalanan depan masjid.

Merekalah, rakyat Palestina penjaga Al Aqsha. Ibu-ibu yang kehilangan anaknya menjadi pemandangan yang biasa di sini. Bukannya bersedih, ada satu ibu yang ketika diberitahu bahwa anaknya syahid dia malah membagikan permen kepada para mujahid pembawa berita. Ya…dia meyakini bahwa anaknya sudah di surga jadi buat apa bersedih. Itu ibunya, ibu hebat yang dipunyai oleh negeri ini yang mayoritas mereka adalah penghapal Al Quran.

Lihat juga anak-anaknya. Betapa anak-anak usia sekitar 10 tahun bermain dengan gembira dilatarbelakangi suara bom. Bukannya takut, mereka malah bertakbir setiap ada suara ledakan yang itu jaraknya hanya beberapa kilo saja dari tempatnya bermain. Mereka tak takut mati, sama seperti ibunya. Tak heran karena bekal mereka adalah Al Qur’an.

Inilah yang membuat Israel zionis geram. Dikabarkan yang syahid karena kekejaman Israel mendekati angka 2000 tapi bayi Palestina utamanya Gaza lebih dari 4000 jiwa. Bayangkan, hamil dan melahirkan di tengah dentuman bom dari sebuah negara yang katanya angkatan bersenjatanya terbaik di dunia.

Bolehlah Israel mengatakan bahwa negaranya memunyai angkatan bersenjata terbaik di dunia. Fakta di lapangan berbicara sebaliknya. Negara yang begitu dimanja oleh Amerika Serikat ini kewalahan menghadapi perlawanan dari anggota Hamas. Tak jarang serdadu Israel harus memakai popok sehingga dijuluki serdadu Pampers karena sangat ketakutan sehingga sering terkencing di celana. Mereka juga serdadu yang cengeng karena gampang mewek ketika ada serangan roket dari jalur Gaza. Angka bunuh diri juga cukup tinggi di kalangan serdadu ini karena menurut mereka kematian lebih baik daripada harus menghadapi Al Qassam, sayap militer Hamas.

Ini bukan lagi sekadar masalah perebutan tanah, tapi ini adalah penghinaan luar biasa terhadap umat Islam sedunia. Omong kosong yang menyatakan bahwa Palestina itu mayoritasnya bukan orang Islam. Itu hanyalah pernyataan pejabat Palestina yang menjadi budak Zionis untuk mengurangi dukungan umat Islam sedunia atas hal yang menimpa tempat suci ini.

Di sini paparan Al Quran sebagai firman Allah terbukti. Betapa banyak Allah berbicara tentang kaum yang suka sekali membunuhi para nabi dan membangkang terhadap perintahNya. Ini adalah kaum yang membawa ‘gen’ suka menyalahi janji. Jadi jangan pernah percaya pada apapun kesepakatan yang menbawa kata janji di dalamnya. Perjanjian ini itu hanya akan dilanggar dengan entengnya oleh Israel zionis termasuk perjanjian gencatan senjata yang itu merupakan bentuk kekalahan Israel melawan mujahidin Hamas.

Sikap sebagai Muslim

Kita berada jauh dari lokasi konflik Palestina. Ibarat jempol kaki jauh jaraknya dari kepala. Toh ketika jempol kaki kita kegencet pintu, toh kepala kita juga ikut kliyengan. Sama artinya dengan kondisi muslim yang satu tubuh. Tak peduli sejauh apa jarak Palestina dari Indonesia, kita adalah satu tubuh. Sakit rasanya menyaksikan tubuh-tubuh mungil terluka bahkan hancur karena kebiadaban Zionis. Bagaimana menyikapi rasa sakit ini ketika para pemimpin negeri muslim memilih berdiam diri daripada mengutuk apalagi mengangkat senjata?

Pertama dan utama adalah doa. Kekuatan Muslim yang mampu melintasi batas negara yang tersekat sempitnya paham nasionalisme adalah doa. Materia mungkin butuh waktu untuk sampai ke Gaza Palestina, tapi doa mampu melesat melebihi kecepatan cahaya apabila diijabah. Selipkan Palestina dalam doa kita, dalam dzikir dan pikir kita. Jauhi maksiat agar doa kita cespleng dalam membantu saudara di Palestina. Ya…doa inilah yang menjadi tumpuan ketika kekuatan manusia pendosa (Israel zionis laknatullah) yang pongah harus dilawan. Efeknya, bahkan batu pun mampu menandingi tank Israel dan makin membuat ciut nyali para serdadunya yang memang pada dasarnya bermental pengecut.

Materi. Rakyat Palestina butuh materi yang nantinya itu diwujudkan dalam bentuk bahan pangan, pakaian, dan kebutuhan pokok lainnya. Kita bisa menyisihkan sebagian dari harta untuk disadaqahkan pada mereka. Banyak atau sedikit, sesuaikan dengan kemampuan dan harus ikhlas.

Boikot produk yang memberi sumbangan pada Zionis untuk membeli senjata demi membunuhi bayi-bayi tak berdosa. Memang sih, banyak sekali produk keseharian kita yang ternyata masuk daftar sebagai penyumbang dana bagi gerakan zionisme. Selama kamu bisa menghindarinya, tak ada salahnya kan kamu berbelanja produk sejenis dengan merk lain?

Satu hal yang kelihatannya sepele tapi sangat penting adalah dukungan sepenuh hati dari saudara di Indonesia untuk Palestina. Hati-hati dengan propaganda Israel yang disebarluaskan melalui jaringan media yang dimilikinya. Betapa banyak orang-orang tertipu oleh berita yang dibawa CNN, BBC dan lainnya yang diadopsi mentah-mentah oleh media di Indonesia utamanya dari kalangan liberal. Israel dikatakan mempertahankan diri dan Hamas difitnah sebagai kelompok teroris yang menggunakan rakyat Gaza sebagai pagar hidup.

Hanya logika orang yang otaknya gak beres percaya pada berita tersebut. Bila tak bisa berbicara atau menulis hal baik tentang perjuangan rakyat Palestina khususnya Gaza, maka diam adalah pilihan yang terbaik. Jangan sampai kita menjadi pihak yang ikut menyebarkan dan mempercayai berita bohong dari media mereka. Cerdaslah dalam memilih dan memilah berita untuk dipercayai apalagi disebarkan. Semoga Allah melindungi kaum muslimin seluruhnya karena sungguh, kemenangan itu sudah dekat. Pasti!

[riafariana/voa-islam.com]

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!




Print Friendly and PDF

Muslimah lainnya:

Article source: http://www.voa-islam.com/muslimah/muslimah/2014/08/20/32335/jangan-lupakan-gaza/

Astagfirullah… Karena Berhijab, Muslimah Asal Arab Saudi Tewas Ditikam di Inggris

LONDON (voa-islam.com) - Seorang mahasisawi PhD (S3) dari Arab Saudi telah ditikam sampai tewas dikarenakan memakai busana Islami. Pasalnya, ia ditikam saat tengah diperjalanan menuju universitanya, seperti yang dikutip Press TV, Sabtu (16/8) dari Huffimgton Post.  

Diketahui mahasiswi Muslim ini bernaman Nahid Alamena yang berusia 31 tahun. Dilaporkan bahwa ia ditikam hingga 16 kali di jalan setapak. Petugas berwenang mengatakan, ia dijadikan sasaran karena mengenakan pakaian khas muslimah dengan jubah panjang (jilbab) dan khimar (kerudung). 

Menurut polisi Essex, mahasiswi Muslim asal Arab ini tewas ditempat setelah menerima tikaman berkali-kali, di tubuh, leher, kepala dan lengannya. 

Pihak Universitas Essex mengatakan, Almanea merupakan mahasiswi PhD yang sangat bekerja keras dan teliti dan berharap dapat menyelesaikan studinya pada tahun ini. 

Saat ini jenazah telah dikirim ke Arab Saudi, provinsi al-Jawf, yang mana keluarga, sanak saudara maupun teman-temannya berkumpul untuk mengantar jenazah Almanea menuju peristirahatannya yang terakhir. 

Dilaporkan, bahwa kepolisian London telah menangkap seorang pria berusia 52 tahun terkait kasus pembunuhan Almanea. 

“Hal ini bukanlah yang pertama kalinya terjadi pada mahasiswa Muslim dan tentau saja hal ini bukan yang terakhir pada anggota komunitas Muslim di Inggris. Saat ini kami akan menunggu semua bukti agar menjadi lebih jelas,” ujar Omar Ali, Presiden Federasi Masyarakat Mahasiswa Islam yang berbasis di London, Inggris. 

Ia berkata, jika penyebab kasus itu adalah Islamophobia karena penampilannnya yang Muslim, maka hal ini akan berkolerasi dengan peningkatan eksponensial dalam kebencian dan kejahatan terhadap setiap Muslim di Inggris. 

Huffington Post  melaporkan, serangan tersebut mendorong reaksi keras dari orang-orang di Inggris dan Arab Saudi. Yang mana mereka semua mengutuk serangan terhadap kaum Muslim tersebut. 

Beberapa waga negara Arab Saudi bahkan meminta Kedutaan Besar Arab Saudi di London untuk menangguhkan hubungan bisnis dengan pemerintahan Inggris. [rol/syahid/voa-islam.com] 

/* Style Definitions */
table.MsoNormalTable
{mso-style-name:”Table Normal”;
mso-tstyle-rowband-size:0;
mso-tstyle-colband-size:0;
mso-style-noshow:yes;
mso-style-priority:99;
mso-style-qformat:yes;
mso-style-parent:”";
mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt;
mso-para-margin:0cm;
mso-para-margin-bottom:.0001pt;
text-align:justify;
line-height:150%;
mso-pagination:widow-orphan;
font-size:11.0pt;
font-family:”Calibri”,”sans-serif”;
mso-ascii-font-family:Calibri;
mso-ascii-theme-font:minor-latin;
mso-fareast-font-family:”Times New Roman”;
mso-fareast-theme-font:minor-fareast;
mso-hansi-font-family:Calibri;
mso-hansi-theme-font:minor-latin;
mso-bidi-font-family:”Times New Roman”;
mso-bidi-theme-font:minor-bidi;}

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!




Print Friendly and PDF

Muslimah lainnya:

Article source: http://www.voa-islam.com/muslimah/muslimah/2014/08/18/32293/astagfirullah-karena-berhijab-muslimah-asal-arab-saudi-tewas-ditikam-di-inggris/

Benarkah, Poligami Bikin Istri Pertama Mudah Sakit?

JAKARTA (voa-islam.com) - Pakar kesehatan dari Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM), Dr Ari F Syam, mengatakan perempuan yang dimadu atau istri yang suaminya menikah lagi, rentan mengalami gangguan kesehatan.

“Berbagai penelitian yang dilakukan di Suriah, Palestina, Turki, Jordania, dan Kuwait menyebutkan bahwa istri pertama akan mempunyai masalah kesehatan, keluarga dan masalah ekonomi yang lebih besar dibandingan pada perempuan dalam perkawinan monogami,” ujar Ari, di Jakarta, Sabtu (16/8/2014).

Penelitian yang dilakukan terhadap perempuan Suriah, diketahui perempuan yang mengalami poligami mengalami penurunan kepuasan hidup dan kepuasan perkawinan.

“Para perempuan yang mengalami poligami akan mengalami permasalahan gangguan jiwa yang berdampak juga buat kesehatannya. Mereka lebih mudah jatuh ke dalam depresi, gangguan psikosomatik, mudah mengalami kecemasan dan juga bisa mengalami paranoid,” kata dia.

Tetapi secara umum fungsi keluarga perempuan yang mengalami poligami ternyata tidak ada perbedaan dengan perempuan monogami, demikian kesimpulan penelitian yang dipublikasikan di World Journal Psychiatry tahun 2013.

Penelitian lain yang dilakukan di Jordania menyebutkan perempuan yang mengalami poligami akan merasa rendah diri, menjadi tidak berharga, mengalami gangguan psikosomatik dan gangguan somatisasi.

Penelitian di Turki yang juga membandingkan kehidupan perempuan yang dipoligami dan monogami mendapatkan bahwa perempuan yang dipoligami ternyata lebih mudah mengalami gangguan kejiwaan, lebih mudah mengalami stres dibandingkan perempuan yang monogami.

“Berbagai penelurusan artikel ilmiah ini, mendapatkan bahwa memang akhirnya para istri yang dimadu akan lebih mudah mengalami gangguan kesehatan dibandingkan dengan perempuan yang tidak dimadu,” jelas dia.

Survei yang dilakukan oleh Chung dan Kim dari Universitas Yonsei Korea Selatan di Jurnal PlosOne melihat hubungan antara perkawinan dan kepuasan perkawinan dengan kesehatan. Ternyata pasangan yang puas dalam perkawinannya akan lebih sehat daripada seseorang yang belum menikah.

Tetapi seseorang yang menikah namun tidak puas dengan perkawinannya, ternyata mempunyai permasalahan kesehatan yang sama dengan orang yang tidak menikah.

“Hal inilah yang menghasilkan kesimpulkan bahwa kepuasan perkawinan merupakan hal yang pentingnya untuk kesehatan dibandingkan perkawinan itu sendiri,” terangnya.

Kami mengutip dari group Taadud, “suami poligami hendaklah super sabar, walau sudah lama poligami tetapi godaan pada suami dan istri-istri selalu ada. Resep : jaga istri kita dari wanita-wanita yang tidak baik akhlaknya.”

Kebahagiaan Hanya Akan Diraih Dengan Mengikuti Wahyu

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah -semoga Allah merahmati beliau- mengatakan, “Kebutuhan hamba terhadap risalah (wahyu) lebih besar daripada kebutuhan pasien kepada dokter. Apabila suatu penyakit yang tidak dapat disembuhkan kecuali dengan dokter tersebut ditangguhkan, tentu seorang pasien bisa kehilangan jiwanya. Adapun jika seorang hamba tidak memperoleh cahaya dan pelita wahyu, maka hatinya pasti akan mati dan kehidupannya tidak akan kembali selamanya. Atau dia akan mendapatkan penderitaan yang penuh dengan kesengsaraan dan tidak merasakan kebahagiaan selamanya. Maka tidak ada keberuntungan kecuali dengan mengikuti Rasul (wahyu yang beliau bawa dari Al Qur’an dan As Sunnah, pen). Allah menegaskan hanya orang yang mengikuti Rasul -yaitu orang mu’min dan orang yang menolongnya- yang akan mendapatkan keberuntungan, sebagaimana firman-Nya yang artinya,”Maka orang-orang yang beriman kepadanya. memuliakannya, menolongnya dan mengikuti cahaya yang terang yang diturunkan kepadanya (Al Quran), mereka itulah orang-orang yang beruntung.” (QS. Al A’raf: 157) (Majmu’ Fatawa Ibnu Taimiyah)

Poligami, Wahyu Ilahi yang Ditolak

Saat ini, poligami telah menjadi perdebatan yang sangat sengit di tengah kaum muslimin dan sampai terjadi penolakan terhadap hukum poligami itu sendiri. Dan yang menolaknya bukanlah tokoh yang tidak mengerti agama, bahkan mereka adalah tokoh-tokoh yang dikatakan sebagai cendekiawan muslim. Lalu bagaimana sebenarnya hukumpoligami itu sendiri [?!] Marilah kita kembalikan perselisihan ini kepada Al Qur’an dan As Sunnah.

Allah Ta’ala telah menyebutkan hukum poligami ini melalui wahyu-Nya yang suci, yang patut setiap orang yang mengaku muslim tunduk pada wahyu tersebut. Allah Ta’ala berfirman yang artinya,”Dan jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil terhadap (hak-hak) perempuan yang yatim (bilamana kamu mengawininya), maka kawinilah wanita-wanita (lain) yang kamu senangi : dua, tiga atau empat. Kemudian jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil, maka (kawinilah) seorang saja, atau budak-budak yang kamu miliki. Yang demikian itu adalah lebih dekat kepada tidak berbuat aniaya.” (QS. An Nisa’: 3).

Poligami juga tersirat dari perkataan Anas bin Malik, beliau berkata,”Sungguh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah menggilir istri-istrinya dalam satu malam, dan ketika itu beliau memiliki sembilan isteri.” (HR. Bukhari). Ibnu Katsir -semoga Allah merahmati beliau- mengatakan, “Nikahilah wanita yang kalian suka selain wanita yang yatim tersebut. Jika kalian ingin, maka nikahilah dua, atau tiga atau jika kalian ingin lagi boleh menikahi empat wanita.” (Shohih Tafsir Ibnu Katsir). Syaikh Nashir As Sa’di -semoga Allah merahmati beliau- mengatakan, “Poligami ini dibolehkan karena terkadang seorang pria kebutuhan biologisnya belum terpenuhi bila dengan hanya satu istri (karena seringnya istri berhalangan melayani suaminya seperti tatkala haidh, pen). Maka Allah membolehkan untuk memiliki lebih dari satu istri dan dibatasi dengan empat istri. Dibatasi demikian karena biasanya setiap orang sudah merasa cukup dengan empat istri, dan jarang sekali yang belum merasa puas dengan yang demikian. Dan poligami ini diperbolehkan baginya jika dia yakin tidak berbuat aniaya dan kezaliman (dalam hal pembagian giliran dan nafkah, pen) serta yakin dapat menunaikan hak-hak istri. (Taisirul Karimir Rohman)

Imam Syafi’i mengatakan bahwa tidak boleh memperistri lebih dari empat wanita sekaligus merupakan ijma’ (konsensus) para ulama, dan yang menyelisihinya adalah sekelompok orang Syi’ah. Memiliki istri lebih dari empat hanya merupakan kekhususan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. (Lihat Shohih Tafsir Ibnu Katsir). Syaikh Muqbil bin Hadi al Wadi’i ketika ditanya mengenai hukum berpoligami, apakah dianjurkan atau tidak? Beliau menjawab: “Tidak disunnahkan, tetapi hanya dibolehkan.” (Lihat ‘Inilah hakmu wahai muslimah’, hal 123, Media Hidayah). Maka dari penjelasan ini, jelaslah bahwa poligami memiliki ketetapan hukum dalam Al Qur’an dan As Sunnah yang seharusnya setiap orang tunduk pada wahyu tersebut.

Tidak Mau Poligami, Janganlah Menolak Wahyu Ilahi

Jadi sebenarnya poligami sifatnya tidaklah memaksa. Kalau pun seorang wanita tidak mau di madu atau seorang lelaki tidak mau berpoligami tidak ada masalah. Dan hal ini tidak perlu diikuti dengan menolak hukum poligami (menggugat hukum poligami). Seakan-akan ingin menjadi pahlawan bagi wanita, kemudian mati-matian untuk menolak konsep poligami. Di antara mereka mengatakan bahwa poligami adalah sumber kesengsaraan dan kehinaan wanita. Poligami juga dianggap sebagai biang keladi rumah tangga yang berantakan. Dan berbagai alasan lainnya yang muncul di tengah masyarakat saat ini sehingga dianggap cukup jadi alasan agar poligami di negeri ini dilarang.

Hikmah Wahyu Ilahi

Setiap wahyu yang diturunkan oleh pembuat syariat pasti memiliki hikmah dan manfaat yang besar. Begitu juga dibolehkannya poligami oleh Allah, pasti memiliki hikmah dan manfaat yang besar baik bagi individu, masyarakat dan umat Islam. Di antaranya: (1) Dengan banyak istri akan memperbanyak jumlah kaum muslimin. (2) Bagi laki-laki, manfaat yang ada pada dirinya bisa dioptimalkan untuk memperbanyak umat ini, dan tidak mungkin optimalisasi ini terlaksana jika hanya memiliki satu istri saja. (3) Untuk kebaikan wanita, karena sebagian wanita terhalang untuk menikah dan jumlah laki-laki itu lebih sedikit dibanding wanita, sehingga akan banyak wanita yang tidak mendapatkan suami. (4) Dapat mengangkat kemuliaan wanita yang suaminya meninggal atau menceraikannya, dengan menikah lagi ada yang bertanggung jawab terhadap kebutuhan dia dan anak-anaknya. (Lihat penjelasan ini di Majalah As Sunnah, edisi 12/X/1428)

Menepis Kekeliruan Pandangan Terhadap Poligami

Saat ini terdapat berbagai macam penolakan terhadap hukum Allah yang satu ini, dikomandoi oleh tokoh-tokoh Islam itu sendiri. Di antara pernyataan penolak wahyu tersebut adalah : “Tidak mungkin para suami mampu berbuat adil di antara para isteri tatkala berpoligami, dengan dalih firman Allah yang artinya,”Jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil, maka (kawinilah) seorang saja.” (An Nisaa’: 3). Dan firman Allah yang artinya,”Dan kamu sekali-kali tidak akan dapat berlaku adil di antara isteri-isteri(mu), walaupun kamu sangat ingin berbuat demikian.” (QS. An Nisaa’: 129).”

Sanggahan: Yang dimaksud dengan “Dan kamu sekali-kali tidak akan dapat berlaku adil” dalam ayat di atas adalah kamu sekali-kali tidak dapat berlaku adil dalam rasa cinta, kecondongan hati dan berhubungan intim. Karena kaum muslimin telah sepakat, bahwa menyamakan yang demikian kepada para istri sangatlah tidak mungkin dan ini di luar kemampuan manusia, kecuali jika Allah menghendakinya. Dan telah diketahui bersama bahwa Ibunda kita, Aisyah radhiyallahu ‘anhalebih dicintai Rasulullah daripada istri beliau yang lain. Adapun hal-hal yang bersifat lahiriah seperti tempat tinggal, uang belanja dan waktu bermalam, maka wajib bagi seorang suami yang mempunyai istri lebih dari satu untuk berbuat adil. Hal ini sebagaimana pendapat Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah, Imam Nawawi, dan Ibnu Hajar.

Ada juga di antara tokoh tersebut yang menyatakan bahwa poligami akan mengancam mahligai rumah tangga (sering timbul percekcokan).Sanggahan: Perselisihan yang muncul di antara para istri merupakan sesuatu yang wajar, karena rasa cemburu adalah tabiat mereka. Untuk mengatasi hal ini, tergantung dari para suami untuk mengatur urusan rumah tangganya, keadilan terhadap istri-istrinya, dan rasa tanggung jawabnya terhadap keluarga, juga tawakkal kepada Allah. Dan kenyataannya dalam kehidupan rumah tangga dengan satu istri (monogami) juga sering terjadi pertengkaran/percekcokan dan bahkan lebih. Jadi, ini bukanlah alasan untuk menolak poligami. (Silakan lihat Majalah As Sunnah edisi 12/X/1428)

Apa yang Terjadi Jika Wahyu Ilahi Ditolak ?

Kaum muslimin –yang semoga dirahmati Allah-. Renungkanlah perkataan Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah berikut ini, apa yang terjadi jika wahyu ilahi yang suci itu ditentang.

Allah telah banyak mengisahkan di dalam al-Qur’an kepada kita tentang umat-umat yang mendustakan para rasul. Mereka ditimpa berbagai macam bencana dan masih nampak bekas-bekas dari negeri-negeri mereka sebagai pelajaran bagi umat-umat sesudahnya. Mereka di rubah bentuknya menjadi kera dan babi disebabkan menyelisihi rasul mereka. Ada juga yang terbenam dalam tanah, dihujani batu dari langit, ditenggelamkan di laut, ditimpa petir dan disiksa dengan berbagai siksaan lainnya. Semua ini disebabkan karena mereka menyelisihi para rasul, menentang wahyu yang mereka bawa, dan mengambil penolong-penolong selain Allah.

Allah menyebutkan seperti ini dalam surat Asy Syu’ara mulai dari kisah Musa, Ibrahim, Nuh, kaum ‘Aad, Tsamud, Luth, dan Syu’aib. Allah menyebut pada setiap Nabi tentang kebinasaan orang yang menyelisihi mereka dan keselamatan bagi para rasul dan pengikut mereka. Kemudian Allah menutup kisah tersebut dengan firman-Nya yang artinya,”Maka mereka ditimpa azab. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat bukti yang nyata, dan adalah kebanyakan mereka tidak beriman. Dan Sesungguhnya Tuhanmu benar-benar dialah yang Maha Perkasa lagi Maha Penyayang.” (QS. Asy Syu’ara: 158-159). Allah mengakhiri kisah tersebut dengan dua asma’ (nama) -Nya yang agung dan dari kedua nama itu akan menunjukkan sifat-Nya. Kedua nama tersebut adalah Al ‘Aziz dan Ar Rohim (Maha Perkasa dan Maha Penyayang). Yaitu Allah akan membinasakan musuh-Nya dengan ‘izzah/keperkasaan-Nya. Dan Allah akan menyelamatkan rasul dan pengikutnya dengan rahmat/kasih sayang-Nya. (Diringkas dari Majmu’ Fatawa Ibnu Taimiyah)

Semoga Allah menjadikan kita orang-orang yang mengikuti Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dan beriman terhadap apa yang beliau bawa. Sesungguhnya Allah Maha Mendengar Do’a hamba-Nya. Alhamdulillahi rabbil ‘alamin wa shallallahu ‘ala sayyidina Muhammad wa ashabihi ath thoyyibina ath thohirin tulis Ustadz Muhammad Abduh Tuasikal dalam situs Muslimah.

Bagaimana menurut Sahabat Voa-Islam? (Ant/adivammar/muslimah)

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!




Print Friendly and PDF

Muslimah lainnya:

Article source: http://www.voa-islam.com/muslimah/muslimah/2014/08/17/32290/benarkah-poligami-bikin-istri-pertama-mudah-sakit/

Terlalu Lama Tonton TV Tingkatkan Risiko Kematian

DALLAS (voa-islam.com) – Kebiasaan Orang dewasa yang menonton televisi selama tiga jam atau lebih setiap hari berisiko dua kali lipat mengalami kematian dini dibandingkan mereka yang mengabiskan lebih sedikit waktu untuk menyaksikan televisi, demikian menurut hasil penelitian yang dipublikasikan di Journal of the American Heart Association.

“Menonton televisi adalah perilaku menetap utama dan ada kecenderungan peningkatan pada semua jenis perilaku menetap,” kata Miguel Martinez-Gonzalez, MD, PhD, MPH, Ketua Departemen Kesehatan Masyarakat Universitas Navarra di Pamplona, Spanyol, di laman resmi American Heart Association

“Temuan kami konsisten dengan penelitian-penelitian sebelumnya di mana waktu yang dihabiskan untuk menonton televisi berhubungan dengan kematian,” tambahnya. 

Para peneliti melakukan penilaian terhadap 13.284 orang muda sehat lulusan universitas di Spanyol untuk menentukan hubungan antara tiga perilaku menetap dan risiko kematian dari berbagai penyebab: waktu menyaksikan televisi, menggunakan komputer, dan waktu mengemudi. 

Para peserta yang rata-rata berusia 37 tahun dan 60 persennya perempuan dikuti dengan median 8,2 tahun. 

Para peneliti melaporkan 97 kematian, dengan 19 kematian akibat kardiovaskular, 46 karena kanker dan 32 karena penyebab lain.

Menurut mereka, risiko kematian dua kali lipat lebih tinggi pada partisipan yang melaporkan menonton televisi tiga jam atau lebih dalam sehari dibandingkan mereka yang menonton satu atau kurang dari satu jam. 

Risiko kematian dua kali lipat juga terlihat setelah para peneliti memperhitungkan beragam variabel lain yang terkait dengan risiko kematian yang lebih tinggi.

Namun para peneliti tidak menemukan hubungan signifikan antara waktu yang dihabiskan untuk menggunakan komputer atau mengemudi dengan risiko kematian dini lebih tinggi karena berbagai sebab. 

Para peneliti mengatakan studi lebih lanjut diperlukan untuk mengonfirmasi efek yang mungkin muncul antara penggunaan komputer dan mengemudi dan tingkat kematian, dan untuk menentukan mekanisme biologis yang menjelaskan hubungan ini.

“Saat populasi menua, perilaku menetap menjadi lebih banyak, terutama menonton televisi, dan ini menimbulkan tambahan beban masalah kesehatan terkait penuaan,” kata Martinez-Gonzalez, Selasa. 

“Temuan kami menunjukkan orang dewasa dapat mempertimbangkan untuk meningkatkan aktivitas fisik mereka, menghindari periode menetap yang lama, dan mengurangi menonton televisi jadi tidak lebih dari satu sampai dua jam setiap hari,” tambahnya. 

American Heart Association merekomendasikan setidaknya 150 menit aktivitas aerpbik dengan intensitas sedang atau setidaknya 75 menit aktivitas aerobik kuat setiap pekan. Organisasi itu juga menyarankan penguatan otot moderat sampai tinggi setidaknya dua hari dalam sepekan untuk menjaga kesehatan. [antara/rri]

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!




Print Friendly and PDF

Muslimah lainnya:

Article source: http://www.voa-islam.com/muslimah/muslimah/2014/07/30/31934/terlalu-lama-tonton-tv-tingkatkan-risiko-kematian/

[Foto] Sahabat Voa-Islam di London yang Merayakan Idul Fitri

Bismillahirahmanirrahim…

Idul Fitri di London kali ini jatuh di hari yang sama dengan tanah air yaitu tanggal 28 Juli 2014. Alhamdulillah. Cuaca London yang cerah menambah semarak suasana hati maupun hari. Tak seperti di Indonesia, cuaca cerah di sini adalah sesuatu yang langka sehingga patut untuk disyukuri.

 

Masjid dekat rumah yaitu di pusat kota London sangat penuh dengan jamaah. Karena penuhnya, salat Idul Fitri dibagi ke dalam beberapa shift atau gelombang. Gelombang pertama mulai pukul 7 pagi hingga 8, gelombang kedua pukul 8 hingga 9, gelombang ketiga pukul 9 hingga 10 dan gelombang terakhir berakhir tepat pukul 11 waktu setempat.

Saya dan suami, dengan beberapa pertimbangan akhirnya memutuskan tidak salat Eid di masjid tersebut. Kami pun memilih tempat lain yaitu salat Eid di lapangan. Komunitas muslim di Ealing London sebagai penyelenggara salat Eid di tempat tersebut. Alhamdulillah cuaca sangat cerah. Salat pun dimulai pukul 10 pagi waktu setempat.

Setelah salat Eid, panitia menyediakan arena bermain anak-anak seperti karnaval musiman. Jamaah yang datang bersama dengan anak-anak bisa langsung menikmati suasana bahagia ini. Banyak tenda yang disiapkan di sekitar lapangan menyediakan makanan dan permainan bagi anak-anak ini.

Saya dan suami ikut larut dalam suasana bahagia menikmati momen Idul Fitri. Makanan Somali yang kami beli di tenda sekitar tempat salat Eid menemani suasana teduh di bangku taman. Tak jauh dari tempat kami duduk bersantai, ada pasangan yang menarik perhatian saya. Seorang brother keturunan Kaukasia (sepertinya dia orang British), berjenggot dan memakai jubah putih serta kafiyeh di pundak semacam sorban haji sedang bercengkerama mesra dengan istrinya yang seorang muslimah berhijab rapi dari Somalia atau salah satu negeri Afrika.

Tanpa sadar bibir saya langsung mengucap, ?Masya Allah Bi, senangnya melihat mix couple seperti mereka ya. Muslim tak melihat warna kulit, bangsa dan rupa. Islam yang menyatukan mereka. Indah ya, Bi??

Suami pun langsung memandang saya dengan pandangan heran. Dahinya berkerut, ?Aren?t we mix couple too? Don?t you realize it??

Masya Allah, iya ya. Saya bahkan lupa bahwa Islam pun mempersatukan kami dari dua kutub yang berbeda. Suami ras Kaukasia dan saya pun ras Sunda. Selama ini saya memang sering tidak ingat bahwa kami begitu berbeda satu sama lain. Islam yang menyatukan kami, sehingga semua perbedaan itu seringkali tak terasa. Menjadi umat Muhammad SAW ini begitu indah. Latar belakang budaya dan bangsa tak menjadi masalah ketika akidah Islam dan kebiasaan-kebiasaan Islam saja yang kami ikuti dalam membina rumah tangga.

Alhamdulilah untuk nikmat Iman dan Islam ini Ya Allah.

Sumber foto: Kiriman dari Ukhti Al Khadr Rahimah

[Adi/riafariana/voa-islam]

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!




Print Friendly and PDF

Muslimah lainnya:

Article source: http://www.voa-islam.com/muslimah/muslimah/2014/08/02/31972/foto-sahabat-voaislam-di-london-yang-merayakan-idul-fitri/

Kelola Keuangan Pasca Lebaran dengan Metode Syariah

Sahabat Voa-Islam.com, 

Bulan ramadhan telah dirasakan oleh seluruh umat muslim di dunia termasuk Indonesia. Tradisi mudik ke kampung halaman, bersilaturahmi dengan sanak saudara dan berbagi sedekah sudah menjadi budaya yang tidak terpisahkan bagi masyarakat muslim di Indonesia. Kebutuhan akan keperluan menjelang hari kemenangan pun semakin banyak, biasanya pengeluaran yang dikeluarkan menjelang Hari Raya Idul Fitri berkisar 30% atau lebih meliputi hantaran/bingkisan lebaran, pengeluaran untuk buka puasa bersama dan keperluan lainnya.

Menurut Prita H.Ghozie, seorang Finansial Planner, mengelola keuangan pasca lebaran harus dilakukan secara cermat. Hal yang dapat dilakukan ialah dengan melakukan perencanaan keuangan secara syariah, sesuai dengan tuntunan Allah SWT. Sesuatu yang diatur dalam syariat, sebagaimana perencanaan keuangan adalah bertujuan mendatangkan kemaslahatan, baik dalam bentuk mewujudkan maupun memelihara kemaslahatan. “Kita percaya bahwa rezeki yang diberikan Allah merupakan titipan, maka dari itu kita harus bisa mengelola (titipan itu) dengan metode ZAP FIN”.ZAP FIN adalah sebuah singkatan dari Zakat, Assurance (Asuransi), Present Consumption, Future spending dan Investasi.

Yang pertama adalah Zakat yaitu salah satu kewajiban bagi umat muslim yang diambil dari penghasilan yang dimiliki, baik melalui sedekah,zakat atau wakaf dan sebagainya. Zakat merupakan bentukan dari kata zaka yang berarti suci, baik, berkah, tumbuh dan berkembang. Itu berarti bahwa setiap harta yang sudah dibayarkan zakatnya akan menjadi suci, bersih, baik, berkah, tumbuh dan berkembang.Ada dua pendapat yang berbeda dalam perhitungan zakat ini. Perbedaannya pada sandaran yang digunakan. Pendapat pertama menyandarkan zakat penghasilan pada zakat pertanian dan pendapat kedua menyandarkan pada zakat perdagangan. Pendapat pertama menyatakan bahwa bila total penghasilan dalam setahun melebihi nisab 750 kg beras maka kekayaan yang dimiliki sudah terkena wajib zakat. Besarnya zakat yang harus dibayarkan adalah sebesar 5% dari penghasilan. Sedangkan pendapat kedua menyatakan bila total penghasilan dalam setahun melebihi nisab 85 gram emas maka kekayaan yang dimiliki sudah terkena wajib zakat. Besarnya zakat yang harus dibayarkan adalah sebesar 2.5% dari penghasilan.

Selanjutnya Asuransi. Sebagai muslim kita diperintahkan untuk hidup dalam perencanaan yang terjaga, asuransi bertujuan untuk perlindungan atau proteksi untuk hal-hal yang tidak terduga misal asuransi kecelakaan kerja, asuransi kesehatan dll. Kemudian Present consumption atau konsumsi saat ini. Kita harus cermat dalam menyisihkan penghasilan kita untuk kehidupan sehari-hari agar tidak menggunakannya untuk keperluan yang tidak dibutuhkan. Hal selanjutnya ialah Future spending, yakni suatu kondisi yang dianjurkan bagi seseorang untuk menabung sebelum membeli sesuatu yang diinginkannya. Hal ini bertujuan agar kita dapat lebih disiplin dalam mengatur antara keinginan membeli sesuatu dengan penghasilan atau budget yang kita miliki. Yang terakhir ialah Investasi. Investasi dapat dibagi menjadi investasi akhirat contohnya infak/shodaqoh, qurban, haji dan investasi dunia. Investasi dunia bertujuan untuk jangka panjang biasanya lebih dari 5 tahun. Dalam sistem syariah, kita dapat berinvestasi pada hal-hal yang disukai Allah bukan pada hal-hal yang tidak disukai Allah contohnya minuman keras, bank konvensional yang menggunakan sistem riba, makanan yang mengandung babi dan lain-lain. Maka pilihlah saham-saham di perusahaan selain yang seperti itu.

Perilaku keuangan yang tepat adalah dengan tidak membelanjakan seluruh penghasilan bulanan dan menyisihkan penghasilan di awal ketika mendapat gaji untuk investasi di masa mendatang. Setelah itu, prioritaskan pada kebutuhan dan bukan pada keinginan. Islam mengharamkan  pengeluaran yang berlebih-lebihan, dan bergaya hidup mewah karena hal itu merupakan salah satu sifat orang -orang yang kufur akan nikmat Allah SWT. Islam menganjurkan umatnya agar tidak boros dan kikir.  Islam juga menganjurkan umatnya agar dapat menyimpan kelebihan harta dan menabungnya untuk masa depan. Rasulullah bersabda: “Allah akan memberikan rahmat kepada seseorang yang berusaha dari yang baik, membelanjakan uang secara sederhana, dan dapat menyisihkan kelebihan untuk menjaga saat dia miskin dan membutuhkannya”.(H.R. Muttafaq ‘Alaih).

Penulis:

Nanda Dewi rachmatika / Mahasiswi PTN di Bogor/ Perum. Pondok Ungu Permai Kaliabang, Bekasi Utara

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!




Print Friendly and PDF

Muslimah lainnya:

Article source: http://www.voa-islam.com/muslimah/muslimah/2014/08/04/32013/kelola-keuangan-pasca-lebaran-dengan-metode-syariah/

Ayo Dukung Gerakan ISIS, ‘Istri Shalihah Idaman Suami’

Sahabat Voa Islam, Ayo Dukung Gerakan ISIS!

Semua umat Islam pasti akan merindukan ISIS, apalagi bagi suami dan anak-anak. 

Eiits, jangan gusar dulu. Gerakan ISIS disini maksudnya adalah Gerakan Istri Shalihah Idaman Suami hehehe…

Ya benar, ISIS yang dimaksud disini adalah ISIS yang ada di keluarga umat Islam, bukan yang sedang ramai diperbincangkan soal makna ISIS (Islamic State Iraq Syam) lhoo….

Menjadi ISISer tak mudah dilaksanakan, juga tak mudah diterapkan karena membutuhkan kesabaran menuju kearah kesempurnaan ISIS. Menjadi ISIS butuh sebuah ilmu dien yang mumpuni dan tak akan didapatkan di mal-mal atau pasar-pasar tempat kesukaaan para muslimah, bukan?

Diantara sifat-sifat istri sholihah itu adalah..

  1. Jika seorang istri diajak suaminya untuk memenuhi kebutuhannya, maka hendaklah ia menyambut ‘panggilan’ tersebut tanpa menunda-nunda.
  2. Wanita yang sholihah adalah wanita yang taat kepada Allah dan kepada suaminya juga memelihara dan menjaga dirinya ketika suaminya tidak ada.
  3. Tidak bermasam muka di hadapan suami.
  4. Berusaha memilih perkataan terbaik tatkala bicara dengan suami.
  5. Tidak memerintahkan suami untuk mengerjakan pekerjaan wanita, misalnya: mencuci, memasak, memandikan anak dll.
  6. Keluar rumah hanya dengan izin suami.
  7. Berhias hanya untuk suami: memperhatikan penampilan dan aroma tubuh.
  8. Tidak memasukkan tamu yang tidak disukai/diizinkan suaminya ke dalam rumah.
  9. Menjaga waktu makan dan waktu istirahat suami.
  10. Menghormati mertua serta kerabat suami.
  11. Menenangkan suami jika suami sedang bingung atau banyak pikiran.
  12. Segera meminta maaf jika ia melakukan kesalahan pada suami (tidak menunda-nunda meminta maaf).
  13. Mencium tangan suami apabila suami hendak kerja atau datang dari pekerjaan.
  14. Mau diajak suami untuk shalat malam, bahkan jika bisa ia yang mengajak suami untuk shalat malam.
  15. Tidak menyebarkan rahasia keluarga, menyimpan rahasia suami, tidak menceritakan urusan ‘hubungan’ suami-istri.
  16. Tidak membentak atau mengeraskan suara di hadapan suami.
  17. Berusahalah untuk selalu bersikap qonaah.
  18. Tidak menunjukan kesedihan tatkala suami gembira. Tidak menunjukkan kegembiraan tatkala suami bersedih.
  19. Berusaha untuk memperhatikan kesukaan atau selera suami, termasuk menghindari bau-bauan yang tidak disukai suaminya.
  20. Berusaha mengatur uang suaminya dengan sebaik-baiknya dan tidak boros.
  21. Tidak menceritakan kecantikan fisik dan sifat-sifat wanita lain kepada suaminya.
  22. Tidak membiarkan suami jika suami melakukan hal buruk (maksiat). Berusaha menasehati suami dengan cara yang baik jika suami futur atau maksiat.
  23. Menjaga pandangannya hanya untuk suami.
  24. Lebih suka menetap di rumah dan tidak suka sering keluar rumah.
  25. Tidak melupakan kebaikan suaminya jika suami melakukan kesalahan.

Istri sholihah, perhiasan dunia paling indah..
Semoga Allah menjadikan kita salah satu diantaranya..

Nah lalu bagaimana caranya menjadi ISIS yang sempurna? Tak cuma menjadi istri shalihah idaman suami, tetapi juga menjadi Istri Sholihah dan ibu yang sukses. Berikut tipsnya berdasarkan Al Quran dan As Sunnah..

12 Cara Menjadi ISISER sejati, Istri Shalihah Idaman Suami Berdasarkan Al Quran dan Al Hadist:

Hushain bin Mihshan berkata: “Bibiku berkisah padaku, ia berkata: “Aku pernah mendatangi Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam karena suatu kebutuhan, beliaupun bertanya:”Wahai wanita, apakah engkau telah bersuami?” “Iya,” jawabku. “Bagaimana engkau terhadap suamimu?” tanya beliau. “Aku tidak mengurang-ngurangi dalam mentaatinya dan berkhidmat padanya, kecuali apa yang aku tidak mampu menunaikannya,” jawabku.”Lihatlah di mana keberadaanmu terhadap suamimu, karena dia adalah surga dan nerakamu,” sabda beliau. (HR. Ibnu Abi Syaibah dan selainnya, dishahihkan sanadnya oleh Asy-Syaikh Al- Albani rahimahullah dalam Adabuz Zifaf, hal. 179)

Artinya, hadits ini bukan berbicara soal bahwa kebutuhan seks yang wajib dipenuhi oleh pasangan itu hanyalah kebutuhan suami saja. Ini terkait soal kewajiban istri patuh pada suami dalam hal yang dihalakan oleh Allah.

1. Patuh dan taat kepada suaminya.

Apapun titel, pekerjaan, pangkat dan kedudukan sang istri, di dalam rumah tangganya, ia wajib patuh dan taat kepada suaminya. Patuh dan taat dalam konteks ini, yaitu dalam batas-batas yang tidak menyimpang dari ajaran agama atau selama suaminya masih menjalankan ketentuan-ketentuan Allah.

Perintah taat kepada suami, dinyatakan Allah:
“Laki-laki adalah pemimpin atas perempuan-perempuan karena Allah telah melebihkan sebagian mereka [laki-laki] atas sebagian yang lain [perempuan] dan dengan sebab sesuatu yang telah mereka [laki-laki] nafkahkan dari harta-hartanya. Maka perempuan-perempuan yang shaleh ialah yang taat lagi memelihara diri dibalik belakang suaminya sebagaimana Allah telah memelihara dirinya.” [QS. 4:34]

2. Penuh kasih sayang selalu kembali kepada suaminya dan mencari maafnya. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : “Maukah aku beritahukan kepada kalian, istri-istri kalian yang menjadi penghuni surga yaitu istri yang penuh kasih sayang, banyak anak, selalu kembali kepada suaminya. Di mana jika suaminya marah, dia mendatangi suaminya dan meletakkan tangannya pada tangan suaminya seraya berkata: “Aku tak dapat tidur sebelum engkau ridha.” (HR. An-Nasai dalam Isyratun Nisa no. 257. Silsilah Al-Ahadits Ash Shahihah, Asy- Syaikh Al Albani rahimahullah, no. 287)

3. Melayani suaminya (berkhidmat kepada suami) seperti menyiapkan makan minumnya, tempat tidur, pakaian, dan yang semacamnya.

Berkhidmat kepada suami ini telah dilakukan oleh wanita-wanita utama lagi mulia dari kalangan shahabiyyah, seperti yang dilakukan Asma’ bintu Abi Bakar Ash-Shiddiq radhiallahu ‘anhuma yang berkhidmat kepada Az-Zubair ibnul Awwam radhiallahu ‘anhu, suaminya. Ia mengurusi hewan tunggangan suaminya, memberi makan dan minum kudanya, menjahit dan menambal embernya, serta mengadon tepung untuk membuat kue. Ia yang memikul biji-bijian dari tanah milik suaminya sementara jarak tempat tinggalnya dengan tanah tersebut sekitar 2/3 farsakh1. (HR. Bukhari no. 5224 dan Muslim no. 2182)

Demikian pula khidmatnya Fathimah bintu Rasulillah Shallallahu ‘alaihi wa sallam di rumah suaminya, Ali bin Abi Thalib radhiallahu ‘anhu, sampai-sampai kedua tangannya lecet karena menggiling gandum. Ketika Fathimah datang ke tempat ayahnya untuk meminta seorang pembantu, sang ayah yang mulia memberikan bimbingan kepada yang lebih baik: “Maukah aku tunjukkan kepada kalian berdua apa yang lebih baik bagi kalian daripada seorang pembantu? Apabila kalian mendatangi tempat tidur kalian atau ingin berbaring, bacalah Allahu Akbar 34 kali, Subhanallah 33 kali, dan Alhamdulillah 33 kali. Ini lebih baik bagi kalian daripada seorang pembantu.” (HR. Al-Bukhari no. 6318 dan Muslim no. 2727)

4. Tidak memberikan Kemaluannya kecuali kepada suaminya.

“Perempuan yang berzina dan laki-laki yang berzina, maka deralah tiap-tiap seorang dari keduanya seratus dali dera, dan janganlah belas kasihan kepada keduanya mencegah kamu untuk (menjalankan) agama Allah, jika kamu beriman kepada Allah, dan hari akhirat, dan hendaklah (pelaksanaan) hukuman mereka disaksikan oleh sekumpulan orang-orang yang beriman.” (an-Nuur: 2-3).

“Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji. Dan suatu jalan yang buruk,” (al-Israa’: 32)

“Dan orang-orang yang tidak menyembah tuhan yang lain beserta Allah dan tidak membunuh jiwa yang diharamkan Allah (membunuhnya) kecuali dengan (alasan) yang benar, dan tidak berzina, barang siapa yang melakukan yang demikian itu, niscaya dia mendapat (pembalasan) dosa(nya), (yakni) akan dilipat gandakan azab untuknya pada hari kiamat dan dia akan kekal dalam azab itu, dalam keadaan terhina,” (al-Furqaan: 68-69).

“Hai Nabi, apabila datang kepadamu perempuan-perempuan yang beriman untuk mengadakan janji setia, bahwa mereka tiada akan menyekutukan Allah, tidak akan mencuri, tidak akan berzina, tidak akan membunuh anak-anaknya, tidak akan berbuat dusta yang mereka ada-adakan antara tangan dan kaki mereka dan tidak akan mendurhakaimu dalam urusan yang baik, maka terimalah janji setia mereka dan mohonkanlah ampunan kepada Allah untuk mereka. Sesungguhnya Allah maha Pengampun lagi Maha Penyayang,” (al-Mumtahanah: 12).

Diriwayatkan dari Abu Hurairah r.a, ia berkata, Rasulullah SAW. bersabda, “Tiga jenis orang yang Allah tidak mengajak berbicara pada hari kiamat, tidak mensucikan mereka, tidak melihat kepada mereka, dan bagi mereka adzab yang pedih: Orang yang berzina, penguasa yang pendusta, dan orang miskin yang sombong,” (HR Muslim no.107).

Diriwayatkan dari Abu Hurairah r.a, bahwasanya Rauslullah SAW. bersabda, “Tidaklah berzina seorang pezina saat berzina sedang ia dalam keadaan mukmin,”

Masih diriwayatkan darinya dari Nabi SAW. beliau bersabda, “Jika seorang hamba berzina maka keluarlah darinya keimanan dan jadilah ia seperti awan mendung. Jika ia meninggalkan zina maka kembalilah keimanan itu kepadanya,” (Shahih, HR Abu Dawud no.4690).

Diriwayatkan dari al-Miqdad bin al-Aswad r.a, ia berkata, Rasulullah SAW. bersabda kepada para sahabatnya, “Bagaimana pandangan kalian tentang zina?” Mereka berkata, “Allah dan Rasul-Nya telah mengharamkannya maka ia haram sampai hari kiamat.” Beliau bersabda, “Sekiranya seorang laki-laki berzina dengan sepuluh orang wanita itu lebih ringan daripada ia berzina dengan isteri tetangganya,”(Shahih, HR Bukhari dalam Adabul Mufrad no.103).

5. Menjaga rahasia-rahasia suami, lebih-lebih yang berkenaan dengan hubungan intim antara dia dan suaminya. “Asma’ bintu Yazid radhiallahu ‘anha menceritakan dia pernah berada di sisi Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Ketika itu kaum lelaki dan wanita sedang duduk. Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam bertanya: “Barangkali ada seorang suami yang menceritakan apa yang diperbuatnya dengan istrinya (saat berhubungan intim), dan barangkali ada seorang istri yang mengabarkan apa yang diperbuatnya bersama suaminya?” Maka mereka semua diam tidak ada yang menjawab. Aku (Asma) pun menjawab: “Demi Allah! Wahai Rasulullah, sesungguhnya mereka (para istri) benar-benar melakukannya, demikian pula mereka (para suami).” Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Jangan lagi kalian lakukan, karena yang demikian itu seperti syaithan jantan yang bertemu dengan syaitan betina di jalan, kemudian digaulinya sementara manusia menontonnya.” (HR. Ahmad 6/456, Asy-Syaikh Al Albani rahimahullah dalam Adabuz Zafaf (hal. 63) menyatakan ada syawahid (pendukung) yang menjadikan hadits ini shahih atau paling sedikit hasan)

6. Selalu berpenampilan yang bagus dan menarik di hadapan suaminya sehingga bila suaminya memandang akan menyenangkannya. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Maukah aku beritakan kepadamu tentang sebaik-baik perbendaharaan seorang lelaki, yaitu istri shalihah yang bila dipandang akan menyenangkannya, bila diperintah akan mentaatinya dan bila ia pergi si istri ini akan menjaga dirinya”. (HR. Abu Dawud no. 1417. Asy-Syaikh Muqbil rahimahullah berkata dalam Al-Jami’ush Shahih 3/57: “Hadits ini shahih di atas syarat Muslim.”)

7. Ketika suaminya sedang berada di rumah (tidak bepergian/ safar), ia tidak menyibukkan dirinya dengan melakukan ibadah sunnah yang dapat menghalangi suaminya untuk istimta’ (bernikmat-nikmat) dengannya seperti puasa, terkecuali bila suaminya mengizinkan. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Tidak halal bagi seorang istri berpuasa (sunnah) sementara suaminya ada (tidak sedang bepergian) kecuali dengan izinnya”. (HR. Al-Bukhari no. 5195 dan Muslim no. 1026)

8. Pandai mensyukuri pemberian dan kebaikan suami, tidak melupakan kebaikannya, karena Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah bersabda: “Diperlihatkan neraka kepadaku, ternyata aku dapati kebanyakan penghuninya adalah kaum wanita yang kufur.” Ada yang bertanya kepada beliau: “Apakah mereka kufur kepada Allah?” Beliau menjawab: “Mereka mengkufuri suami dan mengkufuri (tidak mensyukuri) kebaikannya. Seandainya salah seorang dari kalian berbuat baik kepada seorang di antara mereka (istri) setahun penuh, kemudian dia melihat darimu sesuatu (yang tidak berkenan baginya) niscaya dia berkata: “Aku tidak pernah melihat darimu kebaikan sama sekali.” (HR. Al-Bukhari no. 29 dan Muslim no. 907)

9. Bersegera memenuhi ajakan suami untuk memenuhi hasratnya, tidak menolaknya tanpa alasan yang syar’i, dan tidak menjauhi tempat tidur suaminya, karena ia tahu dan takut terhadap berita Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam: “Demi Dzat yang jiwaku berada di tangan-Nya, tidaklah seorang suami memanggil istrinya ke tempat tidurnya lalu si istri menolak (enggan) melainkan yang di langit murka terhadapnya hingga sang suami ridha padanya.” (HR. Muslim no.1436)

10. Melegakan hati suami bila dilihat.

Rasulullah bersabda, “Bagi seorang mukmin laki-laki, sesudah takwa kepada Allah SWT, maka tidak ada sesuatu yang paling berguna bagi dirinya, selain istri yang shalehah. Yaitu, taat bila diperintah, melegakan bila dilihat, ridha bila diberi yang sedikit, dan menjaga kehormatan diri dan suaminya, ketika suaminya pergi.” (HR Ibnu Majah).

11. Amanah.

Rasulullah bersabda, “Ada tiga macam keberuntungan (bagi
seorang lelaki), yaitu: pertama, mempunyai istri yang shalehah, kalau kamulihat melegakan dan kalau kamu tinggal pergi ia amanah serta menjaga kehormatan dirinya dan hartamu …” (HR Hakim).

12. Istri shalehah mampu memberikan suasana teduh dan ketenangan berpikir dan berperasaan bagi suaminya.

Allah SWT berfirman, “Di antara tanda kekuasaan-Nya, yaitu Dia menciptakan pasangan untuk diri kamu dari jenis kamu sendiri, agar kamu dapat memperoleh ketenangan bersamanya. Sungguh di dalam hati yang demikian itu merupakan tanda-tanda (kekuasaan) Allah bagi kaum yang berpikir.” (QS Ar Rum [30]: 21).

Apakah ada Kriteria Istri ala ISIS di jaman sekarang ini seperti yang disebutkan dalam Al-Qur’an dan Hadits diatas… :)

[cinta damai islam/adivammar/voa-islam.com]

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!




Print Friendly and PDF

Muslimah lainnya:

Article source: http://www.voa-islam.com/muslimah/muslimah/2014/08/05/32046/ayo-dukung-gerakan-isis-istri-shalihah-idaman-suami/